TRUNOJOYO-KP-23379-180331100113-PKL 180331100113_AMALIA NIKMAH.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan Negara yang memiliki kekayaan akan komoditas hasil
pertanian. Salah satunya hasil pertanian yaitu tanaman karet (Hevea brasiliensis).
Tanaman karet merupakan tanaman penghasil sumber devisa non migas Negara.
Produksi karet Indonesia cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Rata-rata produksi karet Indonesia pada tahun 2000-2014 mencapai 1.966,1 ribu
ton per tahun. Nilai produksi karet tidak terlepas dari luas lahan yang tersedia.
Luas lahan perkebunan karet tahun 2014 seluas 543.300 ha. Indonesia memiliki
lahan yang sangat potensial untuk mengembangkan tanaman karet dan juga
berpotensi untuk menjadi produsen utama produk karet dan melakukan
perdagangan luar negeri. Tiga negara terbesar tujuan ekspor karet dari Indonesia
adalah Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok. Pada tahun 2014, volume ekspor
ke negara tersebut masing-masing berturut-turut adalah 571.200 ton, 401.600 ton
dan 357.800 ton (Soleh, 2016). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor karet
tahun 2018 mencapai 5.154 ton dengan nilai US$ 7,38 juta (Kusnandar 2019).
Tingginya ekspor karet memberikan kontribusi pendapatan negara Indonesia.
Kebutuhan yang tinggi akan karet mendorong perkebunan karet dan
pengolahannya untuk selalu memproduksi karet. Setiap tahunnya produksi karet
menaik dikarenakan banyaknya permintaan dari industri pengguna karet
(Marsantia et al. 2014). Karet dibagi menjadi dua jenis, yaitu karet alam dan karet
sintetis. Karet sintetis diperoleh dari minyak bumi, batu bara dan gas alam,
sedangkan karet alam diperoleh dari getah karet (lateks) yang ditoreh dari
tanaman karet. Lateks dapat ditemukan pada bagian batang, akar, cabang, dan
daun. Pemanenan lateks pada karet dilakukan dengan penyadapan yaitu mengiris
bagian kulit karet sehingga lateks keluar dari jaringan tanaman. Penyadapan pada
karet umumnya dilakukan pada batang. karena secara teknis hal ini lebih mudah
dan dapat dilakukan dalam jangka waktu panjang (Nasution 2016). Kemudian
lateks tersebut diolah sehingga menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi.
Pengolahan karet ini erat hubungannya dengan masalah lingkungan. Pengolahan
tersebut akan menghasilkan limbah yang menimbulkan bau yang tak sedap. Selain
itu juga, kebersihan dari tempat pengolahan dan proses pengolahan akan berpengaruh pada hasil yang diperoleh. Salah satu cara untuk mengurangi hal
tersebut yaitu dengan sanitasi industri.
Sanitasi merupakan salah satu penerapan dalam memperbaiki dan
menentukan kualitas suatu produk. Maka untuk memenuhi hal tersebut
lingkungan secara langsung atau tidak langsung yang memberikan dampak bagi
kualitas produk harus di ubah. Prosedur standar operasi sanitasi sangat diperlukan
untuk menerapkan prinsip pengelolaan lingkungan yang kegiatannya berupa
sanitasi dan higiene. Sesuai dengan pernyataan tersebut, diperlukan program wajib
sanitasi pada suatu industri yang bertujuan meningkatkan kualitas suatu produk
yang dihasilkan. Program tersebut disebut SSOP (Sanitation Standart Operating
Prosedures) (Agustina 2010).
Upaya penerapan dari sanitasi pada proses produksi karet menjadi faktor
utama agar dihasilkan karet yang berkualitas. Sanitasi industri menjadi aspek yang
mendasar pada pengolahan karet sehingga dijadikan alasan supaya praktik kerja
lapang ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Renteng, Jember.
Praktik kerja lapang ini dilakukan untuk melihat penerapan sanitasi industri di PT.
Perkebunan Nusantara XII Kebun Renteng, Jember.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AMALIA NIKMAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | SANITASI INDUSTRI; PROSES PRODUKSI; KARET |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:20 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:47 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4228 |
