TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6420-01. ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (111kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6420-02. COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (342kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6420-07. BAB V-VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (325kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6420-05. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (162kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6420-06. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (93kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6420-03. BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (164kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6420-04. BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (214kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6420-08. daftar pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6420-09. Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (605kB)
Abstract
Menciptakan sebuah kepatuhan merupakan suatu hal yang sulit dilakukan, dan tentunya juga membutuhkan beberapa strategi yang sangat beragam. Seperti itulah yang dilakuan para penjoki kerapakan sapi dalam mendapatkan kepatuhan dari anaknya dalam rangka mewariskan tradisisi kerapan sapi. Maka tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap Compliance Gaining dalam Hubungan Interpersonal antara Ayah dan Anak pada Pewarisan Tradisi Kerapam Sapi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan serta melakukan wawancara mendalam dengan informan, dan penelitian ini menngunakan terori kepatuhan untuk menganalisis data yang diperoreh di lapangan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pewarisan tradisi Kerapan Sapi, lingkungan sekitar serta hubungan antara ayah dengan anak memberikan andil yang cukup signifikan terhadap kemauan anak untuk belajar tentang Kerapan Sapi. Komunikasi yang terjadi antara ayah dengan anak dalam keluarga tidak selalu membicarakan mengenai Kerapan Sapi. Keinginan anak untuk belajar tentan Kerapan Sapi dimulai dari rasa ingin tahu setelah melihat ayah megikut sertakan sapi miliknya pada perlombaan dan juga karena terinspirasinya setelah melihat lomba Kerapan Sapi. Saat memulai dan saat proses pewarisan tradisi Kerapan Sapi melalui hubungan interpersonal antara ayah dan anak terdapat 2 unsur, yaitu; kontak dan komunikasi. Dalam penelitian ini peneliti menemukan perbedaan diantara ketiga keluarga yaitu kedekatan dan pertemuan antara ayah dan anak selama proses pewarisan. Namun meski adanya perbedaan diantara ketiganya hal itu tidak menghambat pewarisan tradisi Kerapan Sapi. Adapun model model hubungan interpersonal yang ditekankan dalam pewarisan tradisi Kerapan Sapi adalah model peranan. Pewarisan tradisi Kerapan Sapi orang tua mengunakan beberapa cara untuk mendapatkan kepatuhan dari anaknya. Seperti : menjanjikan penghargaan/hadiah, memberikan kejutan, mengancam/ menakut-nakuti, menunjukkan hasil positif dan hasil negatif, memberikan duluan, meminta utang, dan menyatakan perasaan positif dan negatif.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DENY FERDIANSYAH S |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Compliance Gaining, Hubungan Interpersonal, Pewarisan, Tradisi, Kerapan Sapi. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:19 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:47 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4140 |
