TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32897-Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (105kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32897-cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (495kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32897-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (50kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32897-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (516kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32897-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (441kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32897-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32897-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32897-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (144kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32897-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (81kB)
Abstract
Wilayah pesisir memiliki potensi bencana yang cukup tinggi, akibat dipengaruhi oleh dua sisi yaitu dari darat dan juga dari laut. Potensi bencana banjir di Indonesia sangat besar. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang didapatkan dari mengunduh pada website. Pengolahan data dilakukan yaitu digitasi data, interpretasi peta, dan overlay peta. Jarak dari pantai dengan nilai jarak 0-6 km dibagi menjadi beberapa 5 kelas. Klasifikasi penggunaan Lahan di wilayah pesisir Selat Madura terbagi menjadi 6 unsur, diantaranya adalah Lahan Terbangun,Tanah Kosong,badan air dan sebagainya. Hasil analisis yang didapatkan dari perhitungan nilai formzahl sebesar 0,908 yaitu tipe campuran condong ke harian ganda. Hasil overlay tingkat ancaman banjir rob menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah pesisir selat madura mengalami kerentanan. Hal ini karenakan wilayah tersebut memiliki nilai kemiringan yang cenderung rendah. Hasil analisis pada layout peta batimetri pada wilayah perairan Selat Madura memiliki kedalaman dengan rata-rata sebesar 80 meter. Faktor lain yang menyebabkan wilayah tersebut menjadi wilayah yang rawan akan banjir rob adalah jarak kedekatan kawasan pemukiman dengan garis pantai yang cukup dekat berkisar 200 meter dari garis pantai terluar sehingga menyebabkan wilayah tersebut memiliki tingkat ancaman yang tinggi. Luasan wilayah dengan klasifikasi rawan terbesar didapatkan pada daerah kabupaten situbondo dengan luas 20780,93 Ha, dan berdasarkan prosentase dari keseluruhan kabupaten yang paling tinggi tingkat kerawanan didapatkan yaitu Kota Probolinggo dan Kabupaten Situbondo dengan angka 22 persen.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM YOHANA KUSUMA WARDANI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Selat Madura;Banjir Rob;Kerentanan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:15 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:47 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/3904 |
