TRUNOJOYO-KP-23282-170321100058-PKL_Arief Krisbiantoro_170321100058.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Indonesia mempunyai perairan yang luas dan juga berpotensi besar untuk
usaha budidaya berbagai macam jenis ikan air tawar sehingga mampu
memproduksi dan mengeksploitasi serta memenuhi kebutuhan akan sumberdaya
perairan guna meningkatkan kualitas pertumbuhan bagi masyarakat luas. Dewasa
ini sumber daya alam semakin menipis. Kebutuhan manusia akan mengkonsumsi
ikan sangat tinggi, akan tetapi ketersediaan masih tidak mencukupi. Keadaan
seperti itu, muncullah keinginan manusia untuk berusaha membudidayakan agar
kebutuhan akan ikan dapat terpenuhi.
Sumber daya alam di Indonesia sangat mendukung jika digunakan untuk
budidaya ikan hias. Indonesia memiliki sumber air yang melimpah dan maraknya
produksi pakan alami akan mebuat bisnis ikan hias semakin berkembang. Ikan koi
(cypirus carpio) merupakan salah satu ikan hias yang memiliki estetika yang cukup
tinggi, ikan ini berasal dari Jepang yang didatangkan ke Indonesia pada tahun
1962. Ikan koi juga memliki berbagai macam pola warna dan bentuk tubuh yang
indah sehingga menjadikannya sebagai ikan hias yang banyak diminati pecinta
ikan hias baik dalam dan luar negri.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (2018) mencatat bahwa hingga saat ini
jumlah ekspor ikan hias di Indonesia masih tertinggi di dunia. Sedangkan Badan
Pusat Statistika (BPS) RI mencatat ekspor ikan hias di Indonesia pada tahun 2017
mencapai US$ 27, 61 juta, atau tumbuh 12,5% dibandingkan tahun 2016 (US$ 24,
64 juta). Dalam 6 tahun terakhir, nilai ekspor tahun 2017 ini dianggap merupakan
tertinggi dari tahun sebelumnya. Hal itu ditunjukkan bahwa perdagangan
komoditas ikan hias Indonesia terus mengalami perbaikan. Sementara itu, 10
Provinsi pengekspor ikan hias terbesar pada tahun 2017 adalah Jawa Barat (27,
8%). DKI Jakarta (20,7%), Kalimanta Barat (17,3%), Bali (16,9%), Banten (6,5%),
Kepulauan Riau (3,8%), Jawa Timur (3,6%), Kalimantan Selatan (1,7%), Sumatra
Utara (0,4%), dan Sumatra Selatan (0,3%).
Kabupaten Blitar termasuk salah satu sentra ikan koi di indonesia. Ikan koi di
Blitar sudah dibudidayakan sejak 1983 tahun yang lalu. Lebih dari 500
pembudidaya di Kabupaten Blitar membudidayakan ikan koi dengan luas areal
20,75 hektar dan tersebar dibeberapa kecamatan. Sampai saat ini Kabupaten
Blitar sudah dikenal oleh pedagang maupun penggemar sebagai sentra budidaya ikan koi dan telah memiliki pasar yang cukup luas, bahkan untuk wilayah Jakarta,
Bandung, Surabaya, Bogor, Semarang, dan Bali.
Salah satu komunitas budidaya ikan koi yang berada di Jawa Timur tepatnya
di Kabupaten Blitar yang mengembangkan berbagai jenis ikan koi yaitu
Proklamator Koi Farm Blitar. Ikan hias koi ini sudah di budidayakan sejak tahun
1985 dan mulai berkembang pada tahun 1990 serta menjadi lahan usaha baru
yang sangat menjanjikan bagi pembudidaya ikan serta para investor. Meskipun
bukan asli ikan dari Indonesia tetapi sekarang sudah menjadi sumber penghidupan
para pembudidaya dan pedagang di Kabupaten Blitar. Lebih dari 700
pembudidaya di Kabupaten Blitar membudidayakan ikan koi dengan luas areal
20,75 hektar.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Devi Sauca Atma Sattwika; Ainun Najib; Fatmawati; Arief Krisbian |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | MANAJAMEN AGRIBISNIS; BUDIDAYA;IKAN KOI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:47 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/3877 |
