TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14727-140111100335_ABSTRACT_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (139kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14727-140111100335_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (601kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14727-140111100335_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (195kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14727-140111100335_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (183kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14727-140111100335_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14727-140111100335_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (77kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14727-140111100335_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (106kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14727-140111100335_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (106kB)
Abstract
Terhadap anak yang terlibat sindikasi dari peredaran narkotika tetap akan dilakukan proses hukum atau tindakan hukum. Namun permasalahan penting dalam penegakan hukum di Indonesia adalah pemidanaan yang sampai saat ini masih memperlakukan anak-anak yang terlibat suatu tindak pidana narkotika adalah sebagai pelaku bukan sebagai korban. Karena dalam hal ini anak terpengaruh oleh ajakan orang dewasa untuk terjerumus dalam hal negatif tersebut. Anak yang masih berpikiran labil tanpa berpikir panjang menerima tawaran orang dewasa tersebut demi mendapatkan uang yang banyak dengan cepat.
Pemidanaan yang lazim diterapkan berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) bukan mendidik anak menjadi lebih baik, melainkan memperparah kondisi dan dapat meningkatkan kejahatan anak. Hal ini ditenggarai oleh paradigma aparat penegak hukum yang masih mengangap anak nakal bukan sebagai korban melainkan sebagai pelaku, sehingga menghambat perkembangan psikologis anak untuk berubah ketika dirinya harus mempertanggung jawabkan perbuatan pidananya berdasarkan ketentuan hukum layaknya orang dewasa.
Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif, dilakukan dengan menelaah semua Undang-undang dan regulasi yang bersangkut paut dengan isu hukum yang sedang ditangani.
Keistimewaan dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana tersebut adalah konsep restorative justice dan konsep diversi. dua konsep tersebut merupakan solusi terbaik dalam menyelesaikan perkara terhadap anak yang berkonflik dengan hukum agar benar-benar terhindar dari sistem peradilan formal. Namun nampaknya setelah diteliti ada beberapa ketentuan pasal yang menyebabkan konsep restorative justice dan diversi tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan konsep restorative justice dan diversi di dalam undang-undang sistem peradilan pidana anak (Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak) belum dapat diterapkan secara sempurna sesuai dengan tujuan, cita-cita serta filosofi daripada lahirnya konsep restorative justice dan diversi tersebut.
Kata Kunci: Anak, Korban, Narkotika
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AHMAD WALID MABRURY |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Anak ; Korban ; Narkotika |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:13 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:47 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/3824 |
