TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6342-100421100064_Appendix.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6342-100421100064_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (69kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6342-100421100064_Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6342-100421100064_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (805kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6342-100421100064_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (127kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6342-100421100064_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (246kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6342-100421100064_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (23kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6342-100421100064_cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6342-100421100064_abstrack.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Tempe merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai tempe selain rasanya yang enak tempe juga merupakan makanan yang mudah didapat dimanapun berada dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan menaiknya harga kedelai tempe biji nangka menjadi salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan, biji nangka merupakan biji atau bakal tunas dari buah nangka. Biji nangka sendiri selama ini sering dianggap tidak bermanfaat, jika kita tinjau dari segi ekonomi biji nangka dapat bernilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan biji nangka menjadi tempe sangat menarik untuk diteliti karena biji nangka sendiri melekat sehari-hari dalam kehidupan masyarakat yaitu dalam bentuk rebusan biji nangka maupun dalam gorengan biji nangka. Penelitian dengan menggunakan metode taguchi dengan menggunakan beberapa faktor seperti lama perendaman, lama pengukusan dan lama fermentasi dapat dketahui kombinasi faktor dan level yang menghasilkan kadar protein tertinggi. Berdasarkan uji F yang telah dilakukan nilai F-hitung >Ftabel, artinya ada faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kandungan kadar protein tertinggi. Serta didapat hasil tempe yang memiliki kadar protein tertinggi yaitu dengan kombinasi lama perendaman 24 jam, lama pengukusan 45 menit dan lama fermentasi 24 jam. Berdasarkan Penyebaran kuisioner dengan perangkingan pembobotan AHP kebanyakan responden menyukai tempe 1 yaitu dengan lama rendam 6 jam, lama kukus 30 menit dan lama fermentasi 24 jam. Tempe 6 dengan lama rendam 12 jam, lama kukus 60 menit dan lama fermenatasi 24 jam dan tempe 8 dengan lama rendam 24 jam, lama kukus 45 menit dan lama fermentasi 24 jam.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NURHASANAH |
| Department | Industri |
| Uncontrolled Keywords | Tempe, Uji F,Taguchi and AHP |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Industri |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:47 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/3783 |
