TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42063-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (107kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42063-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (598kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42063-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (29kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42063-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (585kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42063-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (795kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42063-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (868kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42063-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42063-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (81kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42063-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Bawang merah merupakan komoditas yang rentan mengalami kerusakan pascapanen akibat tingginya kadar air. Proses pengeringan konvensional yang sangat bergantung pada cuaca membutuhkan solusi teknologi adaptif, seperti mesin pengering hibrida yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT). Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun prototype mesin pengering bawang merah tipe piramida hybrid berbasis IoT serta mengevaluasi efisiensi mesin pengering tersebut. Mesin dirancang menggunakan penutup polikarbonat transparan untuk memaksimalkan penyerapan panas matahari, kompor gas LPG sebagai sumber pemanas tambahan, serta ditenagai oleh panel surya berkapasitas 800 Wp. Sistem kendali berbasis IoT menggunakan mikrokontroler ESP32 yang memproses data dari sensor suhu dan kelembapan untuk mengatur kecepatan blower dan bukaan gas kompor melalui motor servo, sehingga suhu ruang pengering terjaga pada rentang 40°C hingga 59°C. Pengujian kinerja dilakukan selama 5 jam menggunakan beban 25 kg bawang merah dengan membandingkan tiga metode: hybrid IoT, kompor LPG murni, dan sinar matahari alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pengering hybrid berbasis IoT mampu menurunkan kadar air bawang merah dari 85% menjadi 79,20%, yang telah memenuhi standar penyimpanan di bawah 80%. Mesin ini mencatatkan laju pengeringan sebesar 1,394 kg/jam dengan efisiensi mesin pengering mencapai 34,57%. Sistem cerdas pada mesin ini juga menghasilkan kondisi suhu dan kelembapan yang ideal dengan suhu rata-rata 49,93°C dan tingkat kelembapan terendah sebesar 33,30%. Dari aspek analisis ekonomi, sistem IoT terbukti mampu menekan biaya operasional secara maksimal dengan memutus penggunaan bahan bakar secara otomatis saat panas matahari mencukupi, sehingga memberikan margin keuntungan finansial yang paling tinggi dibandingkan metode lainnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancang bangun mesin pengering hybrid berbasis IoT sangat efektif, efisien secara biaya, dan layak direkomendasikan untuk meningkatkan mutu pascapanen bawang merah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOH. IDZUL ISLAM |
| Department | Teknik Mesin |
| Uncontrolled Keywords | Mesin pengering hybrid;bawang merah;Internet of Things (IoT); efisiensi mesin pengering; energi surya |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Mesin |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:18 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:29 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/37502 |
