TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (78kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (282kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (256kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (155kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (592kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (639kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (90kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (190kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-42057-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (131kB)
Abstract
AbstrakrnPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi masyarakat desa hutan dengan hutan sebagai pelindung secara spiritual. Hutan tidak hanya dimaknai sebagai sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi dan ekologis, tetapi juga dipandang sebagai ruang yang memiliki nilai-nilai spiritual, sakral, dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat desa hutan, berbagai kepercayaan, tradisi, serta praktik budaya yang berkaitan dengan hutan membentuk hubungan yang khas antara manusia dan alam. Relasi tersebut terus dipertahankan melalui proses pewarisan nilai, ritual, dan pengalaman kolektif yang berlangsung secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang meliputi tokoh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), tokoh agama, perangkat desa, dan masyarakat desa hutan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi masyarakat desa hutan dengan hutan sebagai pelindung secara spiritual dibentuk melalui proses konstruksi sosial yang berlangsung secara terus-menerus. Hutan dimaknai sebagai ruang yang memiliki kekuatan spiritual, tempat berlangsungnya tradisi budaya seperti manganan alas, serta simbol perlindungan bagi kehidupan masyarakat. Makna tersebut dikonstruksi melalui proses eksternalisasi berupa pelaksanaan tradisi, ritual, dan penyampaian nilai-nilai budaya; objektivasi melalui terbentuknya norma, kepercayaan, dan pengetahuan bersama mengenai kesakralan hutan; serta internalisasi ketika nilai-nilai tersebut diterima dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai pedoman dalam berinteraksi dengan hutan. Konstruksi tersebut membentuk perilaku masyarakat yang tidak hanya memanfaatkan hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga menjaga kelestarian hutan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual yang diyakini bersama.rnKata kunci: relasi, masyarakat hutan, spiritual, konstruksi sosial,
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MILA NURSILAWATI |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Relasi; Mayarakat; Hutan; Spiritual; Konstruksi Sosial |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:15 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:29 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/37491 |
