TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23246-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (65kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23246-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (653kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23246-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (68kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23246-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23246-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (128kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23246-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (311kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23246-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23246-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (125kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23246-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (395kB)
Abstract
Cabe jamu atau cabe jawa (Piper retrofractum Vahl) yaitu tanaman rempah dan fitofarmaka yang sangat penting jika ditinjau dari pemenuhan kebutuhan sebagai bumbu dan obat tradisional bagi masyarakat dan bagi industry pengolahan makanan, minuman, jamu dan obat. (Evizal, 2014). Penelitian penelitian kali ini yaitu untuk mengetahua pengaruh konsentrasi pelarut terbaik dan waktu ekstraksi terbaik terhadap hasil oleoresin buah cabe jamu menggunakan metode Ultrasound Assisted Extraction (UAE). Metode ekstraksi pada penelitian ini yaitu menggunakan Metode ekstraksi Ultrasound Assisted Extraction (UAE) adalah salah satu metode ekstraksi yang menggunakan gelombang ultraksonik. Gelombang ultrasonic merupakan gelombang suara yang memiliki frekuensi diatas pendengaran manusia (≤ 20 kHz). Proses ekstraksi dimulai dengan mencammpurkan buah cabe jamu yang telah dihaluskan dengan pelarut (etanol) dengan konsentrasi 60% dan 70%. Setelah mencampurkan bubu cabe jamu (Piper retrofractum Vahl) dengan pelarut (etanol) dengan konsetrasi yang berbeda kemudia dilakukan proses ekstraksi menggunakan ultrasonix dengan waktu yang berbeda yaitu 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Hasil rendemen mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan waktu ekstraksi. Pada waktu ekstraksi 1,2 dan 3 jam menggunakan konsentrasi pelarut 60% sebesar 18,66%, 24,1% dan 50,76%. Pada waktu ekstraksi 1,2 dan 3 jam dengan menggunakan konsentrasi pelarut 70% diperoleh rendemen sebesar 14,74%, 25,8% dan 26,44%. Berdasarkan hasil ke 4 uji fitokimia yang dilakukan menunjukkan bahwa oleoresin buah cabe jamu yang di peroleh dari hasil ekstraksi menggunakan metode ultrasonik memiliki kandungan senyawa metabolit Flavonoid, Alkaloid, tannin, dan saponin. Uji aktivitas antimikroba menunjukkan bahwa waktu, dan konsentrasi pelarut etanol yang digunakan dalam proses ekstraksi tidak berpengaruh nyata (>0,05) terhadap zona hambat antibakteri yang dihasilkan. Adanya zona hambat pada oleoresin buah cabe jmau menunjukkan adanya senyawa kimia yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM BADRUS SOLEH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Cabe;jamu;Ultrasonik;Alkaloid;Flavonoid;Tanin;Saponin |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:47 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/3738 |
