TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41836-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (724kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41836-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (612kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41836-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (199kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41836-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (201kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41836-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (318kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41836-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (629kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41836-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (630kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41836-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Kebakaran lahan dan bangunan di Kabupaten Bangkalan sebagian besar terjadi akibat kelalaian manusia, namun data Polres Bangkalan tahun 2021 sampai 2025 menunjukkan hanya sebagian kecil kasus yang diproses melalui jalur hukum pidana. Kesenjangan ini mengindikasikan adanya persoalan dalam penerapan ketentuan pidana kelalaian penyebab kebakaran, khususnya pengaturan yang kini termuat dalam Pasal 311 KUHP Nasional. Penelitian ini menjawab bagaimana pelaksanaan penegakan hukum pidana terhadap kasus tersebut, serta faktor dan solusi atas hambatan penegakannya.rnPenelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan kesenjangan antara ketentuan normatif dan praktik penegakan hukum di lapangan. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak kepolisian, petugas pemadam kebakaran, korban, dan masyarakat, didukung observasi langsung pada tahap pra-penuntutan serta studi dokumentasi terhadap data kasus kebakaran dan laporan kepolisian. Responden ditentukan dengan teknik non random sampling, dan data dianalisis secara deskriptif tanpa justifikasi terhadap hasil penelitian.rnHasil penelitian menunjukkan penegakan hukum pidana terhadap kasus kebakaran akibat kelalaian di Kabupaten Bangkalan belum berjalan efektif. Dari 26 peristiwa kebakaran sepanjang 2025, hampir seluruhnya tidak berlanjut ke proses hukum karena minimnya laporan resmi dan sulitnya pembuktian unsur kelalaian. Penelitian ini mengidentifikasi empat faktor penghambat yang saling berkaitan, yaitu faktor hukum, masyarakat, kebudayaan, sarana dan fasilitas, serta aparat penegak hukum, yang bermuara pada lemahnya koordinasi antarinstansi. Sebagai solusi, penelitian merekomendasikan penyusunan prosedur baku penanganan kebakaran, penguatan sosialisasi hukum kepada masyarakat, peningkatan sarana pemadam kebakaran, serta pembentukan protokol koordinasi lintas instansi agar Pasal 311 KUHP Nasional dapat diterapkan secara nyata dan memberikan keadilan bagi korban.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SITI MARYAM |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Kelalaian; Kebakaran; Penegakan Hukum Pidana; Pasal 311 KUHP Nasional |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 09:08 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:29 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/37091 |
