TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41833-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (213kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41833-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41833-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (553kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41833-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (502kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41833-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41833-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (416kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41833-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41833-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (216kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41833-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (446kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41833-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (569kB)
Abstract
Fenomena kenakalan remaja merupakan salah satu permasalahan sosial yang banyak direpresentasikan melalui media, termasuk film. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kenakalan remaja dalam film Pengepungan di Bukit Duri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif. Analisis data dilakukan menggunakan semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkatan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan, dialog, ekspresi tokoh, unsur visual dalam film, serta dokumentasi berupa tangkapan layar yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi kenakalan remaja dibangun melalui lima bentuk perilaku, yaitu intimidasi, kekerasan verbal, pembangkangan terhadap otoritas guru, diskriminasi, dan kekerasan fisik. Pada tingkat denotasi, film menampilkan berbagai bentuk kenakalan remaja secara nyata. Pada tingkat konotasi, perilaku tersebut merepresentasikan relasi kuasa, dominasi kelompok, tekanan sosial, diskriminasi, serta lemahnya kontrol sosial di lingkungan pendidikan. Pada tingkat mitos, film membongkar anggapan bahwa kekerasan dan perilaku menyimpang merupakan bentuk keberanian atau cara memperoleh pengakuan, serta menegaskan bahwa tindakan tersebut justru memicu konflik, penyesalan, dan rusaknya hubungan antarmanusia. Film Pengepungan di Bukit Duri merepresentasikan kenakalan remaja sebagai kritik sosial terhadap budaya kekerasan dan normalisasi perilaku menyimpang.rnKata Kunci: Kenakalan Remaja, Pengepungan di Bukit Duri, Semiotika Roland Barthes.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DEWI SOLEHATIN |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Kata Kunci: Kenakalan Remaja, Pengepungan di Bukit Duri, Semiotika Roland Barthes. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 09:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:29 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/37085 |
