TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (66kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (113kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (132kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (48kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (280kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (17kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (17kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41826-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (71kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pelanggaran maksim yang terdapat dalam dialog film Sharper serta menjelaskan konteks non-linguistik yang melatarbelakangi terjadinya pelanggaran maksim tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Cooperative Principle yang dikemukakan oleh Grice (1989) untuk menganalisis pelanggaran terhadap empat maksim percakapan, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Selain itu, analisis konteks non-linguistik didasarkan pada teori Nunan (1993), yang meliputi communicative event, topik, tujuan, latar, partisipan, dan pengetahuan latar belakang (background knowledge. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diambil dari dialog yang diucapkan oleh empat tokoh utama dalam film Sharper, yaitu Tom, Max, Sandra, dan Madeline. Data berupa tuturan yang mengandung pelanggaran maksim. Data dikumpulkan melalui metode analisis content analysis dengan cara menonton film, mencocokkan dialog dengan naskah film, memilih tuturan yang relevan, melakukan pengodean, serta mengklasifikasikan data. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat jenis pelanggaran maksim ditemukan dalam film Sharper, yaitu pelanggaran maksim kualitas, kuantitas, relevansi, dan cara. Di antara keempat jenis tersebut, pelanggaran maksim kualitas merupakan jenis yang paling dominan. Hal ini menunjukkan bahwa para tokoh dalam film sering menggunakan kebohongan, menyembunyikan informasi, dan memberikan pernyataan yang tidak benar sebagai strategi untuk memanipulasi lawan bicara. Analisis juga menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap pelanggaran maksim sangat dipengaruhi oleh konteks non-linguistik, terutama communicative event, partisipan, tujuan, dan background knowledge, sehingga maksud tersembunyi di balik tuturan dapat dipahami dengan lebih tepat. Temuan ini menunjukkan bahwa pelanggaran maksim dalam film Sharper berfungsi sebagai strategi pragmatik untuk mendukung praktik penipuan, manipulasi, dan relasi kekuasaan yang menjadi inti cerita.rnKeywords: Pragmatics, Cooperative Principle, maxim violation, non-linguistic context, Sharper movie.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RAFI AHMAD JANUAR |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | Pragmatics; Cooperative Principle; maxim violation; non-linguistic context; Sharper movie. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 09:02 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:29 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/37071 |
