TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (681kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (225kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (416kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (656kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (334kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (213kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (306kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41794-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (686kB)
Abstract
Perairan Desa Sembilangan, Kabupaten Bangkalan merupakan kawasan pesisir yang berpotensi tercemar logam berat timbal (Pb) akibat aktivitas pelayaran, pemukiman, dan galangan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi Pb pada kerang darah (Anadara granosa), kerang hijau (Perna viridis), air laut, dan sedimen, menentukan batas aman konsumsi kerang (Maximum Tolerable Intake/MTI), serta menganalisis bioakumulasi menggunakan Biota Sediment Accumulation Factor (BSAF) dan Biota Water Accumulation Factor (BWAF). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif, pengambilan sampel secara purposive sampling, dan analisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsentrasi Pb pada kerang darah sebesar 0,293 ± 0,029 mg/kg, kerang hijau 0,265 ± 0,020 mg/kg, air laut 0,0023 ± 0,0006 mg/L, dan sedimen 4,962 ± 0,129 mg/kg, yang seluruhnya masih berada di bawah baku mutu. Nilai MTI kerang hijau sebesar 5,66 kg/minggu dan kerang darah 5,12 kg/minggu untuk orang dewasa berbobot 60 kg. Nilai BSAF pada kerang hijau dan kerang darah masing-masing sebesar 0,053 dan 0,059, sedangkan nilai BWAF sebesar 0,009 dan 0,008, yang menunjukkan kemampuan bioakumulasi Pb tergolong rendah. Berdasarkan hasil tersebut, kedua jenis kerang di Perairan Desa Sembilangan masih memenuhi baku mutu, aman dikonsumsi sesuai batas yang direkomendasikan, serta memiliki kemampuan bioakumulasi Pb yang rendah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RATNA PUTRI MUSTHIKASARI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Logam Berat Pb, kerang darah, kerang hijau, bioakumulasi, BSAF, BWAF, MTI. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 08:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:29 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/37010 |
