TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32833-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (208kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32833-COVER .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (778kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32833-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (217kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32833-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (245kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32833-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (446kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32833-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (278kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32833-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (201kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32833-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (329kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32833-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu komoditas buah semusim yang memiliki umur tanam yang relatif pendek. Di Indonesia buah melon memiliki nilai komersial yang cukup tinggi, sehingga sangat potensial untuk dibudidayakan. Namun demikian, penurunan produksi disebabkan karena iklim ekstrim dan pemberian hara yang kurang terserap oleh tanaman. Selain itu, budidaya menggunakan ajir memerlukan biaya yang tinggi. Tanaman melon membutuhkan unsur hara dengan jumlah yang banyak untuk mendukung pertumbuhan dan produksinya. Pemberian unsur hara tersebut dapat berupa pupuk anorganik dan pupuk organik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dosis pupuk anorganik, pupuk organik cair dan kombinasi antara pupuk anorganik dan pupuk organik cair yang tepat pada pertumbuhan dan produksi melon pada sistem budidaya tanpa perambatan pada ajir. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Program Studi Agroekoteknolgi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu jenis pupuk dan dosis pupuk. Jenis pupuk yang digunakan yaitu pupuk anorganik NPK untuk pertumbuhan fase vegetatif, pupuk KNO3 untuk pertumbuhan tanaman fase generatif dan pupuk organik cair dari kotoran sapi. Dosis pupuk anorganik terdiri dari A1 (NPK 15,4 g KNO3 6,6 g), A2 (NPK 31 g KNO3 13,2 g). Sedangkan dosis pupuk organik cair terdiri dari O0 (0 mL), O1 (13,2 mL) dan O2 (26,4 mL). Analisis data menggunakan ANOVA dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan uji lanjut dengan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan pupuk anorganik berpengaruh nyata terhadap luas daun dan kandungan klorofil. Sedangkan pada perlakuan dosis pupuk organik cair dengan dosis O1 memberikan pengaruh terbaik pada hasil produksi yaitu berat buah, diameter buah, tebal daging, dan tebal kulit. Dan perlakuan pupuk organik cair dengan dosis O2 memberikan pengaruh terbaik pada jumlah daun dan tingkat kemanisan buah. Kombinasi perlakuan antara pupuk anorganik dan pupuk organik cair tidak menunjukkan interaksi yang nyata terhadap semua parameter pengamatan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RATEH FEBIANI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Melon Pemupukan Pupuk Anorganik Dosis Pupuk Organik Cair |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:47 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/3697 |
