TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41754-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (166kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41754-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (637kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41754-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (244kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41754-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (358kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41754-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (270kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41754-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (358kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41754-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (109kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41754-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (234kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41754-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (443kB)
Abstract
Perkembangan sektor teknologi di Indonesia diikuti oleh meningkatnya sensitivitas pasar saham terhadap perubahan kondisi makroekonomi dan kebijakan moneter. Perubahan BI Rate, inflasi, nilai tukar, dan jumlah uang beredar diduga memengaruhi pergerakan Indeks Saham Teknologi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan moneter terhadap Indeks Saham Teknologi Indonesia menggunakan data sekunder bulanan periode Januari 2021–Mei 2026 yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Bursa Efek Indonesia, dan Yahoo Finance. Analisis dilakukan menggunakan Vector Error Correction Model (VECM) yang didukung oleh uji stasioneritas, penentuan lag optimal, uji kointegrasi Johansen, serta analisis Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD).rnrnHasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel stasioner pada tingkat first difference dan memiliki hubungan kointegrasi sehingga memenuhi syarat untuk diestimasi menggunakan VECM. Dalam jangka panjang, hanya inflasi yang berpengaruh signifikan terhadap Indeks Saham Teknologi, sedangkan BI Rate, nilai tukar, dan jumlah uang beredar tidak berpengaruh signifikan. Pada jangka pendek, jumlah uang beredar menjadi satu-satunya variabel yang berpengaruh negatif dan signifikan. Nilai Error Correction Term (ECT) yang negatif dan signifikan menunjukkan adanya mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Analisis IRF dan FEVD mengindikasikan bahwa inflasi merupakan faktor yang paling dominan dalam menjelaskan dinamika Indeks Saham Teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh kebijakan moneter terhadap saham teknologi berbeda antara jangka pendek dan jangka panjang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM INNESA DIANA NURPUTRI |
| Department | Ekonomi Pembangunan |
| Uncontrolled Keywords | BI Rate, inflasi, nilai tukar, jumlah uang beredar, Indeks Saham Teknologi, VECM |
| Divisions | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Ekonomi Pembangunan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 08:18 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:29 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36934 |
