TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41743-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (262kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41743-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (849kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41743-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (220kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41743-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (339kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41743-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (222kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41743-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (258kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41743-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (258kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41743-Chapter6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (317kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41743-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (200kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41743-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (209kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41743-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (914kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk biaya transaksi akibat penerapan kebijakan royalti musik serta menganalisis dampaknya terhadap perilaku ekonomi pelaku usaha Food and Beverage di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap pelaku usaha Food and Beverage sebagai informan utama serta Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata Kota, dan konsumen Surabaya sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan royalti musik menimbulkan biaya pencarian informasi, biaya negosiasi, biaya kepatuhan, biaya penegakan, dan biaya ketidakpastian. Tingginya biaya transaksi tersebut menunjukkan bahwa sistem kelembagaan dalam implementasi royalti musik masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek penyebaran informasi, transparansi distribusi royalti, serta mekanisme penetapan tarif. Dari sisi perilaku ekonomi, kebijakan royalti musik meningkatkan biaya operasional pelaku usaha sehingga memengaruhi keuntungan usaha, namun belum mendorong mayoritas pelaku usaha untuk menaikkan harga jual kepada konsumen. Sebagian besar pelaku usaha tetap mempertahankan penggunaan musik karena dinilai mampu menciptakan suasana yang nyaman dan meningkatkan pengalaman pelanggan, meskipun terdapat penyesuaian seperti penggunaan musik instrumental atau mempertimbangkan alternatif musik bebas royalti. Di sisi lain, konsumen menilai musik sebagai salah satu faktor yang memengaruhi preferensi dalam memilih tempat, meskipun kualitas makanan dan minuman tetap menjadi pertimbangan utama.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AISYAH FARAH AMALIA |
| Department | Ekonomi Pembangunan |
| Uncontrolled Keywords | kebijakan royalti musik; biaya transaksi; perilaku ekonomi; Food and Beverage; Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) |
| Divisions | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Ekonomi Pembangunan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 08:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:29 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36913 |
