TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14000-140311100075_Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14000-140311100075_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (874kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14000-140311100075_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (18kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14000-140311100075_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (173kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14000-140311100075_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (103kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14000-140311100075_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (141kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14000-140311100075_conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14000-140311100075_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-14000-140311100075_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (704kB)
Abstract
Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) adalah salah satu tanaman bahan baku gula. Sebagai bahan baku utama, tanaman tebu mempunyai peranan penting terhadap kelangsungan industri pergulaan indonesia. Namun dari tahun ke tahun produksi tanaman tebu produksi tanaman tebu cenderung mengalami penurunan. Penyebab rendahnya produksi gula dalam negeri salah satunya dapat dilihat dari sisi budidaya tebu, diantaranya penyiapan bibit dan kualitas bibit tebu. Penyiapan bibit yang dilakukan dengan metode konvensional (bagal) sangat berpengaruh terhadap waktu pembibitan karena membutuhkan waktu 6 bulan untuk satu kali periode tanam. Oleh karena itu diperlukan teknologi penyiapan bibit yang singkat, tidak memakan tempat dan berkualitas. Pemakaian satu mata tunas tanaman tebu dapat meningkatkan produktivitas tebu dapat menghasilkan jumlah anakan pertanaman yang lebih banyak dibandingkan bibit bagal. Metode pembibitan tebu bud chips dan bud set dapat mendukung produktivitas tebu yang tinggi, dimana bud chips dan bud set mempunyai keungulan penurunan laju kematian tanaman yag relatif lebih sedikit jika dibandingkan bagal, serta kesulitan areal pembibitan dapat teratasi. Penelitian ini Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai Maret 2018 di rumah plastik Kebun Percobaan Prodi Agroteknologi, Universitas Trunojoyo Madura. Rancangan penelitian menggunakan RAL 2 faktorial dengan 6 perlakuan, Faktor 1 metode yang digunakan, BC (Bud Chips) dan BS (Bud Set) Faktor 2 bagian batang A (atas), T (Tengah), B (Bawah). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA (Analisys Of Varians) dan dilanjutkan dengan BJND taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan metode pembibitan dengan bagian batang pada parameter munculnya tunas, munculnya akar dan tinggi tanaman. Sedangkan pada parameter luas daun, jumlah daun, berat basah, dan berat kering tidak terjadi interaksi akan tetapi, bud set berbeda nyata dibandingkan dengan bud chip sedangkan untuk perlakuan bagian batang tidak berbeda nyata namun nilai tertinggi di tunjukan pada bagian batang bawah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LURICO UMAR RAFFSANJ |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | tanaman tebu (Saccharum officinarum L), bud chip, bud set, bagian batang tanaman tebu |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 06:58 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36672 |
