TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41644-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (171kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41644-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (379kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41644-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (181kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41644-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (416kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41644-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (632kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41644-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (431kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41644-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (186kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41644-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (450kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41644-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (111kB)
Abstract
Baja tahan karat SS304 banyak digunakan pada berbagai komponen industri karena memiliki ketahanan korosi dan sifat mekanik yang baik. Namun, kekerasan permukaannya relatif rendah sehingga berpotensi mengalami keausan ketika menerima gesekan dan beban mekanis secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan udara dan durasi proses shot peening, serta interaksi kedua parameter tersebut terhadap peningkatan kekerasan permukaan baja SS304. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan variasi tekanan udara sebesar 3, 4, dan 5 bar serta durasi penyemprotan selama 60, 120, dan 180 detik. Proses shot peening menggunakan media steel shot S170 berdiameter 0,4 mm, jarak nozel 100 mm, dan sudut penyemprotan 90°. Sembilan kombinasi perlakuan diuji dengan tiga kali pengulangan sehingga diperoleh 27 data spesimen. Kekerasan permukaan diukur menggunakan metode Rockwell B, kemudian dianalisis menggunakan Two-Way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen tanpa perlakuan memiliki kekerasan sebesar 70,00 HRB, sedangkan kekerasan tertinggi sebesar 88,52 HRB diperoleh pada kombinasi tekanan 5 bar dan durasi 180 detik, atau meningkat sebesar 26,46%. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa tekanan udara berpengaruh signifikan terhadap kekerasan dengan nilai F sebesar 75,01 dan p-value < 0,001, sedangkan durasi penyemprotan menghasilkan nilai F sebesar 87,40 dan p-value < 0,001. Interaksi tekanan udara dan durasi penyemprotan juga berpengaruh signifikan dengan nilai F sebesar 3,13 dan p-value sebesar 0,0403. Durasi penyemprotan memberikan kontribusi terbesar, yaitu 49,19%, diikuti tekanan udara sebesar 42,22% dan interaksi keduanya sebesar 3,53%. Dengan demikian, peningkatan tekanan udara dan durasi penyemprotan dapat meningkatkan kekerasan permukaan baja SS304, dengan kombinasi paling optimal pada tekanan 5 bar dan durasi 180 detikrnrnBaja tahan karat SS304 banyak digunakan pada berbagai komponen industri karena memiliki ketahanan korosi dan sifat mekanik yang baik. Namun, kekerasan permukaannya relatif rendah sehingga berpotensi mengalami keausan ketika menerima gesekan dan beban mekanis secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan udara dan durasi proses shot peening, serta interaksi kedua parameter tersebut terhadap peningkatan kekerasan permukaan baja SS304. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan variasi tekanan udara sebesar 3, 4, dan 5 bar serta durasi penyemprotan selama 60, 120, dan 180 detik. Proses shot peening menggunakan media steel shot S170 berdiameter 0,4 mm, jarak nozel 100 mm, dan sudut penyemprotan 90°. Sembilan kombinasi perlakuan diuji dengan tiga kali pengulangan sehingga diperoleh 27 data spesimen. Kekerasan permukaan diukur menggunakan metode Rockwell B, kemudian dianalisis menggunakan Two-Way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen tanpa perlakuan memiliki kekerasan sebesar 70,00 HRB, sedangkan kekerasan tertinggi sebesar 88,52 HRB diperoleh pada kombinasi tekanan 5 bar dan durasi 180 detik, atau meningkat sebesar 26,46%. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa tekanan udara berpengaruh signifikan terhadap kekerasan dengan nilai F sebesar 75,01 dan p-value < 0,001, sedangkan durasi penyemprotan menghasilkan nilai F sebesar 87,40 dan p-value < 0,001. Interaksi tekanan udara dan durasi penyemprotan juga berpengaruh signifikan dengan nilai F sebesar 3,13 dan p-value sebesar 0,0403. Durasi penyemprotan memberikan kontribusi terbesar, yaitu 49,19%, diikuti tekanan udara sebesar 42,22% dan interaksi keduanya sebesar 3,53%. Dengan demikian, peningkatan tekanan udara dan durasi penyemprotan dapat meningkatkan kekerasan permukaan baja SS304, dengan kombinasi paling optimal pada tekanan 5 bar dan durasi 180 detik
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NINO REVANZA |
| Department | Teknik Mesin |
| Uncontrolled Keywords | Baja tahan karat SS304, Shot peening, Tekanan udara, Durasi penyemprotan, Kekerasan permukaan, ANOVA dua arah. |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Mesin |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 06:52 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36652 |
