TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41572-Abstract.pdf
Download (21kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41572-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (460kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41572-Chapter1.pdf
Download (145kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41572-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (206kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41572-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (414kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41572-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (704kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41572-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41572-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (402kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41572-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penyakit moler yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum menjadi kendala serius dalam budidaya bawang merah karena mampu menurunkan produktivitas secara signifikan dan sulit dikendalikan secara berkelanjutan. Pendekatan pengendalian hayati menggunakan agen mikroba yang diformulasikan dengan biochar sebagai bahan pembawa menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Bacillus pseudomycoides terformulasi biochar dalam menekan perkembangan penyakit moler pada bawang merah. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dilanjutkan DMRT. Parameter yang diamati meliputi waktu inkubasi, keterjadian, keparahan penyakit, serta Area Under Disease Progress Curve (AUDPC). Selain itu, pengamatan juga dilakukan terhadap pertumbuhan tanaman untuk melihat respon fisiologis tanaman terhadap perlakuan yang diberikan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap waktu inkubasi, keterjadian, dan keparahan penyakit, namun berpengaruh terhadap dinamika perkembangan penyakit, serta menunjukkan kecenderungan mendukung pertumbuhan tanaman meskipun tidak berbeda nyata secara statistik.Perlakuan P1 menghasilkan nilai AUDPC terendah (14,98) dibandingkan kontrol (17,50) dengan indeks proteksi tertinggi (14,43%), diikuti P3 (16,36; 6,50%), sedangkan P2 menunjukkan efektivitas terendah (17,42; 0,46%). Penelitian ini menegaskan bahwa formulasi B. pseudomycoides berbasis biochar efektif menekan laju perkembangan penyakit, dengan efektivitas dipengaruhi oleh interaksi mikroba di rizosfer. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pengendalian hayati berbasis carrier biochar yang aplikatif dan berkelanjutan pada budidaya bawang merah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ACH. MUZAMMIL |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Bawang merah, penyakit moler, Fusarium oxysporum, Bacillus pseudomycoides, biochar, AUDPC |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 05:48 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36442 |
