TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23219-170111100199_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (423kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23219-170111100199_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (768kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23219-170111100199_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (461kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23219-170111100199_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (810kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23219-170111100199_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (602kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23219-170111100199_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (309kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23219-170111100199_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (399kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23219-170111100199_Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (168kB)
Abstract
ABSTRAK
Dalam praktek jual beli, Islam menganut mekanisme kebebasan pasar yang mengatur bahwa harga itu berdasarkan permintaan dan penawaran. Hal itu untuk melindungi pihak-pihak dalam jual beli agar tidak ada yang dizalimi, seperti adanya pemaksaan untuk menjual dengan harga yang tidak diinginkan. Dalam buku-buku kajian fikih mengenai jual beli telah dibahas aturan-aturannya secara global seperti larangan menipu, menimbun, menyembunyikan cacat, mengurangi timbangan dan lain sebagainya untuk keselamatan dunia perdagangan. Akan tetapi pembahasan mengenai laba atau keuntungan yang boleh diambil dalam jual beli masih sedikit. Permasalahannya terdapat Hadits shahih Al Bukhari, yakni Hadits Urwah yang mengatakan memperbolehkan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Hadits di atas seringkali dijadikan patokan oleh penjual atau para pedagang untuk mengambil keuntungan yang sebanyak-banyaknya, dengan meminimalkan modal yang dikeluarkan, tujuannya untuk memperoleh laba semaksimal mungkin meskipun hal tersebut dilakukan saat situasi dan kondisi tertentu bahkan di saat kondisi pandemi global virus Covid 19 corona viruse desease), seperti menaikkan harga alat kesehatan tabung oksigen saat pandemi. Penelitian ini mengkaji tentang apakah tindakan menaikkan harga alat kesehatan (tabung oksigen) dibenarkan dalam perspektif Hukum Islam dan bagaimana batasan mengambil keuntungan dalam jual beli menurut Hukum Islam.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah metote pendekatan Hukum Islam dan perundang-undangan (statue apporoach).
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tindakan menaikkan harga alat kesehatan (tabung oksigen) saat pandemi dalam perspektif Hukum Islam ialah tidak dibenarkan, karena pelaku usaha tersebut tidak memikirkan penderitaan orang lain yang juga banyak menjadi korban karena pandemi (tidak memiliki empati) dan transaksi jual belinya merupakan transaksi yang dilarang dalam jual beli, yakni Tadlis atau penipuan yang dilakukan oleh pelaku usaha, masuk dalam Tadlis harga, dalam hukum pidana Islam termasuk dalam Jarimah Ta’zir, yakni Ta’zir yang berkaitan dengan kemaslahatan umum, kejahatan yang berkaitan dengan ekonomi salah satunya ialah menaikkan harga dengan semena-mena sehingga tidak diperbolehkan. Kata Kunci: Tabung Oksigen, Pandemi dan Hukum Islam,
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALI WAFA |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Tabung Oksigen, Pandemi dan Hukum Islam, |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:10 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:47 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/3644 |
