TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13916-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13916-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (779kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13916-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (663kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13916-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (267kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13916-cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (922kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13916-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (333kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13916-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (146kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13916-Reference.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (270kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13916-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian tentang pendugaan daerah potensial penangkapan ikan, khususnya mengetahui daerah habitat potensial menjadi penting karena Indonesia merupakan negara maritim. Sebagai sarana mempermudah nelayan menentukan daerah penangkapan ikan salah satunya di perairan barat Sumatera. Metode pemodelan Generalazized Additive Model (GAM) digunakan Untuk mengevaluasi pengaruh parameter oseanografi terhadap terbentuknya daerah potensial penangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di perairan barat Sumatera, menggunakan data penginderaan jauh (Remote sensing). Kemudian data posisi kapal Vessel Monitoring System (VMS) digunakan untuk menbangun model sekaligus memvalidasi hasil pemodelan habitat. Nilai CDE (%) tertinggi dan nilai AIC terendah digunakan sebagai dasar untuk pemilihan model. Model yang dipilih kenudian digunakan untuk memvisualisasikan habitat daerah potensuial penangkapan ikan Cakalang. Habitat potensi zona perikanan yang diprediksi menunjukkan korespondensi. Hasil pemodelan GAM mengungkapkan bahwa habitat potensial ikan Cakalang secara signifikan dipengaruhi oleh rentang Klorofil-a 0,1-0,3 mg/m3 dan 0,8-1,8 mg/m3, SPL antara 28-29˚C dan 30,5-31,5 ˚C , dan salinitas antara 23-33 ‰. Selain itu, diantara beberapa parameter yang dijadikan model, salinitas menunjukkan nilai AIC terkecil dan dianggap sebagai variabel yang paling signifikan dalam distribusi ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis).
Kata Kunci: Perairan Barat Sumatera, Pemodelan habitat, Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis), Vessel Monitoring System (VMS), Generalized Additive Model (GAM)
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AHMAD KHOIRUN NI`AM |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Perairan Barat Sumatera, Pemodelan habitat, Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis), Vessel Monitoring System (VMS), Generalized Additive Model (GAM) |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 05:38 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36410 |
