TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22705-160331100024_ABSTRACK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (102kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22705-160331100024_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (758kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22705-160331100024_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (113kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22705-160331100024_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (173kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22705-160331100024_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (399kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22705-160331100024_CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (262kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22705-160331100024_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (95kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22705-160331100024_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (96kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22705-160331100024_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (98kB)
Abstract
jagung merupakan tanaman yang menjadi alternatif sumber pangan, di indonesia jagung adalah tanaman pangan yang dijadikan sebagai makanan pokok karena jagung mengandung karbohidrat yang tinggi oleh karena itu kebutuhan akan jagung di indonesia cukup tinggi. Madura adalah salah satu daerah yang produksi jagungnya cukup tinggi yaitu dengan jumlah mencapai 637.838 ton pada tahun 2017, jumlah ini didapatkan dari seluruh kabupaten yang ada di madura yaitu kabupaten bangkalan, kabupaten sampang, kabupaten pamekasan, dan kabupaten sumenep. Penelitian ini bertujuan membuat model ketersediaan jagung madura dan menganalisis ketersediaan jagung madura dengan berbagai skenario sampai tahun 2030. Model ketersediaan jagung madura terdiri dari beberapa submodel yaitu submodel produksi jagung, submodel penyediaan jagung,dan submodel kebutuhan jagung . Hasil uji validitas MAPE pada model produksi jagung didapatkan nilai 4,5%, pada submodel luas lahan sawah didapatkan nilai 0,8367770%, dan pada sub model luas lahan tegal didapatkan nilai 0,8380401%, sehingga dapat disimpulkan bahwa model simulasi inidapat diterima atau sangat tepat. Hasil simulasi ketersediaan jagung dari tahun 2020-2030 pasa skenario tetap rata-rata defisit sebesar 424.777 ton. Simulasi menggunakan skenario 2 dengan meningkatkan luas lahan produksi jagung ternyata masih defisit rata-rata sebesar 397.439 ton. Selanjutnya simulasi dengan meningkatkan produktifitas produksi jagung tetapi masih defisit rata-rata sebesar 87.517 ton namun tingkat ketersediaannya relative masih lebih tinggi dibanding skenario 1 dan 2. Sedangkan pada skenario 4 dengan cara meningkatan produktifitas produksi jagung dan luas lahan produksi jagungnya mulai tahun 2028 sampai 2030 telah mengalami surplus yakni sebesar 20.942,58 ton pada tahun 2028, 69.205,10 ton pada tahun 2029, dan pada tahun 2030 surplus sebanyak 146.388,12 ton dan pada tahun. Skenario ini telah mengalami surplus dan dapat memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat walau terjadi mulai tahun 2028 dan skenario 4 ini yang terbaik dibanding dengan skenario lainnya
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOH. ANSHORI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Jagung, Sistem Dinamis, Simulasi, MAPE |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 05:28 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36379 |
