TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13887-140311100017_Abstract_.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (609kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13887-140311100017_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (14kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13887-140311100017_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (98kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13887-140311100017_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (244kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13887-140311100017_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (437kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13887-140311100017_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (183kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13887-140311100017_Conclution.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (86kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13887-140311100017_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13887-140311100017_ Appedinces.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (465kB)
Abstract
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang dibudidayakan oleh petani secara intensif. Selama proses produksi sering terjadi gangguan dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), diantaranya penyakit yang sering timbul pada tanaman bawang merah adalah bercak ungu yang disebabkan oleh jamur Alternaria porri (Ell) Cif. Sejauh ini petani masih mengandalkan kemanjuran dari pestisida dalam mengatasi serangan OPT pada tanamannya, khususnya pada serangan jamur yaitu menggunakan fungisida. Banyaknya varian fungisida di pasaran menjadikan petani sulit menemukan ketepatan bahan aktif yang efektif untuk mengatasi serangan bercak ungu ketika musim hujan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan serangan Alternaria porri pada bawang merah Varietas Rubaru dan Manjung dan mengetahui pengaruh pemberian tiga bahan aktif yang berbeda terhadap serangan Alternaria porri pada bawang merah Varietas Rubaru dan Manjung. Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan Split Plot Design (Rancangan Petak Terbagi (RPT), sebagai main plot macam varietas yaituV1(varietas rubaru); V2(varietas manjung), sedangkan sub plot terdiri atas jenis bahan aktif, yaitu B0(mankozeb) (kontrol); B1(mankozeb + karbendazim), B2(mankozeb + simoksanil). Pengamatan intensitas serangan dilakukan mulai 5 MST hingga 7 MST. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa bahan aktif tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan, namun terhadap penurunan antara varietas berpengaruh nyata. Perlakuan B2(mankozeb + simoksanil) dapat menekan serangan Alternaria porri hingga 0,39 % sedangkan dua bahan aktif lainnya masing-masing 0,68% dan 0,81%, namun tidak berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah kedua varietas yang di coba.
Kata kunci :Bawang merah lokal, Alternaria porri (Ell) Cif, bahan aktif.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM INDRI KRISTINAWATI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Bawang merah lokal; Alternaria porri (Ell) Cif; bahan aktif |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 05:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36316 |
