TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22671-170111100195_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (161kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22671-170111100195_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (722kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22671-170111100195_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (275kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22671-170111100195_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (330kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22671-170111100195_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (338kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22671-170111100195_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (124kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22671-170111100195_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (125kB)
Abstract
ABSTRAK
Hal yang tidak diinginkan dalam sebuah perkawinan yaitu adanya perceraian dan salah satu penyebab adanya perceraian yaitu masalah li’an. Li’an adalah sumpah yang diucapkan oleh seorang suami untuk mengingkari anak yang dikandung oleh isterinya, karena adanya keraguan dari suaminya bahwa anak tersebut adalah hasil perzinaan dari isterinya dengan laki-laki lain bukan suaminya. Anak yang disangkal oleh ayahnya melalui sumpah li’an maka anak tersebut menjadi anak tidak sah yang disebut anak mula’anah. Seorang anak hasil dari perzinaan isteri dengan laki-laki lain yang sudah disangkal oleh suaminya melalui sumpah li’an, diketahui bahwa posisi anak tersebut sangatlah lemah dalam hal mewaris. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian tentang apakah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU/VIII/2010 dapat diberlakukan bagi anak mula’anah dan bagaimana kedudukan anak mula’anah dalam sumpah li’an menurut hukum Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang menggunakan pendekatan Perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi jika digunakan untuk menentukan hubungan keperdataan dan nasab anak, serta hak kewarisan anak mula’anah tidak sesuai dengan status anak yang dituju dalam putusan, karena anak mula’anah kedudukannya sama dengan anak zina. Anak mula’anah dapat mengikuti nasab ayahnya maka perlu pembuktian melalui tes DNA hal itu untuk memperkuat sumpah li’an bahwa tuduhan suaminya tidak benar, sehingga anak tersebut dapat bernasab dengan ayahnya. Dalam hukum Islam anak yang sudah disangkal oleh ayahnya melalui sumpah li’an hubungan anak dan ayah serta isterinya akan terputus selamanya dan haram hukumnya jika merujuk kembali.
Kata kunci: anak mula’anah, mewaris, mahkamah konstitusi, Hukum Islam
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ELVIN NADYA UZLIFADIANA |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | anak mula’anah, mewaris, mahkamah konstitusi, Hukum Islam |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 05:03 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36285 |
