TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22663-170111100286_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (270kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22663-170111100286_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (453kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22663-170111100286_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (521kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22663-170111100286_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (514kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22663-170111100286_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (654kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22663-170111100286_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (438kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22663-170111100286_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (384kB)
Abstract
ABSTRAK
Indonesia adalah satu negara yang mengirim dan menempatkan warganya untuk bekerja di luar negeri yang sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Dengan
adanya Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia untuk menjamin kesejahteraan para pekerja yang berada di luar negeri baik dari kebutuhannya sebelum bekerja, saat bekerja dan setelah bekerja. Akan tetapi masih saja ada
permasalahan yang sering terjadi, yaitu menyangkutketidaksesuaianpengiriman dan penempatan TKI yang akan bekerja di luar negeri.
Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis dengan melakukan pendekatan kasus ataupada Dakwaan Perkara Pidana No.65/Pid.Sus/2020/Pn.Pmk yang
dimana majelis hakim memutus dan mengadili Terdakwa Nahrawi dengan dakwaan kedua dengan Pasal 81 jo Pasal 69 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.Dalam hal inidakwaan kedua yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum sudah tepat dan terbuktisah secara hukum
sesuaidengan unsur/kualifikasi perbuatan terdakwa tersebut.
Selanjutnya peneliti melakukan analisis terhadap dakwaan pertama yang dimana Jaksa Penuntut Umum mendakwaTerdakwa Nahrawi dengan Pasal 4 jo
Pasal 48 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 TentangPemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Hal ini denganpengenaan Pasal tersebut tidak tepat karena padafakta dan unsur yang adaterdakwa Nahrawi hanya melakukan penempatan pekerja migran.Dalam hal ini, Dakwaan yang diberikan oleh Jaksa
pada dakwaan pertama yang mendakwa terdakwa Nahrawi dengan Pasal 4 UU No.
21 Tahun 2007, dapat dinyatakan batal demi hukum (Obscure).
Kata Kunci : Tindak Pidana, Perdagangan Orang, Pekerja Migran Indonesia,Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Putusan Hakim
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MAHENDRA DWI RIO |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Tindak Pidana, Perdagangan Orang, Pekerja Migran Indonesia,Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Putusan Hakim |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 05:01 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36273 |
