TRUNOJOYO-KP-22649-180351100057-Lap. PKL TIJANI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Negara Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki
tingkat keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Penyu merupakan reptil
laut yang mampu bermigrasi atau berpindah tempat dengan jarak yang jauh
di sepanjang Kawasan Samudera Hindia, Pasifik dan Asia Tenggara, serta
dikenal sebagai salah satu satwa yang terancam punah. Terdapat 7 jenis
penyu di dunia dan 6 diantaranya terdapat di Indonesia. Macam-macam
jenis penyu yang terdapat di Indonesia yaitu Penyu Hijau (Chelonia mydas),
Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepidochelys
olivacea), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu Pipih (Natator
depressus) dan Penyu Tempayan (Caretta caretta). Penyu telah mengalami
penurunan jumlah populasi dalam jangka waktu terakhir ini bahkan
beberapa spesies terancam kepunahan. Penyu yang baru menetas akan
langsung menghadapi ancaman kematian dari hewan-hewan seperti
kepiting, burung, dan reptilia lainnya seperti biawak. Ancaman yang
paling besar bagi penyu di Indonesia, seperti juga halnya di seluruh
dunia, adalah manusia. Pembangunan daerah pesisir yang berlebihan telah
mengurangi habitat penyu untuk bersarang. Penangkapan penyu untuk
diambil telur, daging, kulit, dan cangkangnya telah membuat populasi
penyu berkurang (Kushartono et al. 2017 ; Ario et al. 2016).
Alternatif untuk meminimalisir kepunahan penyu adalah dengan cara
konservasi. Konservasi merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan
dapat mencegah punahnya habitat penyu, mencegah adanya pemanfaatan
penyu demi kepentingan komersial seperti penjualan telur, daging, maupun
cangkang dan dapat menjadi sarana berbagi ilmu atau edukasi kepada
masyarakat secara luas, tentang pentingnya adanya konservasi penyu, demi
menjaga habitat penyu di Indonesia agar tidak punah, dan meningkatkan laju
pertumbuhan penyu yang ada. Melalui konservasi tersebut dapat dilakukan
kegiatan yang bisa meningkatkan laju pertumbuhan penyu. Faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan tukik penyu antara lain; faktor keturunan, umur,parasite yang ada, jenis pakan yang diberikan, kualitas perairan habitat penyu,
serta ancaman dari hewan lain. Laju pertumbuhan penyu diamati melalui
pengukuran parameter, meliputi panjang karapas tukik, lebar karapas tukik,
berat tubuh tukik (Ario et al. 2016 ; Hanipa et al. 2017).
Terdapat beberapa kawasan di Indonesia bagian barat memiliki
beberapa lokasi yang digunakan sebagai tempat konservasi peneluran penyu
diantaranya, Pantai Kili Kili Trenggalek , Pantai Taman Pacitan. pantai
sukamade Meru Betiri Banyuwangi, dan Pantai Cemara Banyuangi. Pantai
Cemara di banyuangi memiliki pasir hitam dengan jajaran pohon cemara di
sepanjang pantai. Jenis pohon cemara yang terdapat di sana yaitu jenis cemara
udang. Pantai Cemara berlokasi di Dusun Rowo, Desa Pakis, Kecamatan
Banyuwangi. Pantai Cemara ini terbagi menjadi dua zona, zona pertama
adalah zona untuk pengunjung dan yang kedua adalah zona inti. Kegiatan
konservasi penyu yang ada di sana cukup efektif dengan adanya kelompok
usaha bersama (KUB) yang di bentuk untuk mengelola segala kegiatan
konservasi termasuk konservesi penyu. Penyu yang terdapat di Pantai cemara
yaitu penyu hijau dan penyu lekang. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan
nyata untuk kegiatan konservasi penyu tersebut, hal itu membuat saya tertarik
untuk menimba ilmu saya dalam pengelolaan konservasi penyu, karena
peraturan perlindungan hewan ini yang tercantum di undang-undang belum
cukup untuk memastikan hewan ini terlindungi dan aman
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ACH. TIJANI RIZAL FADLILLAH |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | KONSERVASI ANAKAN PENYU; PANTAI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36244 |
