TRUNOJOYO-KP-22638-180351100065-PKL_M.ARIF KUSTONI_180351100065_2021.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Wilayah pemanfatan pesisir merupakan wilayah yang terjadi secara dinamis
dengan perubahan-perubahan alamnya. Terumbu karang, mangrove, pantai
merupakan bagian dari ekosistem wilayah pesisir. Ekosistem wilayah pesisir dapat
mencegah erosi, banjir, dan dapat mengurangi dampak polusi dari darat hingga ke
laut. Wilayah pesisir dapat dimanfaatkan dengan berbagai macam yaitu dapat
menyediakan tempat tinggal manusia, sarana transportasi dan sebgai tempat
rekreasi atau tempat berlibur (Dahuri et al., 2001 ; Apriana dan Daindo, 2017).
Pemanfaatan wilayah ekosistem sebagai tempat wisata dapat memberikan
manfaat kepada masyarakat sekitar secara ekonomi dengan memberikan jasa.
Namun, pada saat ini masyarakat cenderung memanfaatkan wilayah ekowisata
pesisir dengan manajemen yang kurang sehingga dapat menyebabkan rusaknya
ekosistem. Kegiatan tersebut seperti pemanfaatan mangrove yang digunakan
secara berlebihan. Selain itu, wilayah ekowisata menjadi kotor akibat tingkah laku
pengunjung yang kurang bertanggungjawab. Hal tersebut akan berdampak pada
mereka sendiri dalam jangka panjang. Perairan tercemar yang dapat mengganggu
kegiatan perikanan, sehingga nelayan akan terdampak penurunan pendapatan dan
nilai keindahan dari wilayah ekowisata tersebut akan hilang (Saraswati, 2004).
Pantai Rejo merupakan Kawasan konservasi yang dikelola dan dinaungi
oleh DKP Banyuwangi dan kelompok nelayan. Tahun 2011 pantai cemara
kondisinya gersang dengan kondisi pasir pantai yang terkikis ombak, DKP
Banyuwangi dan kelompok nelayan dengan melakukan kegiatan penanaman
pohon cemara hingga sekarang menjadi Kawasan konservasi dan obyek wisata di
Banyuwangi. Pengelolaan ekosistem mangrove dengan tujuan pemanfaatan
ekosistem mangrove sebagai area konservasi, pengembangan mangrove, dan
obyek wisata. Pemanfaatan ekosistem mangrove sebagai obyek wisata
menyesuaikan dengan zaman dengan tujuan menarik minat pengunjung dan
kelestarian alam yang berkelanjutan, pihak pengelola juga menambahkan tempat
foto pada area mangrove dan menyediakan video profil mengenai Pantai Cemara KUB Pantai Rejo merupakan pantai yang memiliki pasir berwarna hitam
dengan dikelilingi 16000 pohon cemara sehingga biasa disebut Pantai Cemara.
Lokasi Pantai Cemara terletak di Desa Pakis Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten
Banyuwangi yang berjarak 3 kilometer dari pusat kota dengan luas 5 hektar dan
terbagi 2 zona yaitu zona untuk pengunjung dan zona inti. Kegiatan pengelolaan
dilakukan dengan penambahan jembatan yang masuk kedalam ekosistem
mangrove. KUB Pantai Rejo juga menambahkan perahu bermotor dengan
kapasitas 8 orang yang ditempatkan dibantaran sungai ekosistem mangrove
ekosistem mangrove. Pantai Cemara memiliki 3 komponen yang menjadi fokus
pengelolaan yaitu berupa konservasi Penyu, ekosistem pohon Cemara di pantai,
dan ekosistem Mangrove disepanjang bantaran muara sungai pantai
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM M. ARIF KUSTONI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | EKOWISATA MANGROVE; Pantai; WISATA EDUKASI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36217 |
