TRUNOJOYO-KP-22637-180351100052-Laporan PKL_180351100052.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia sebagai Negara kepulauan yang memiliki wilayah pesisir yang
beragam akan sumber daya alam dan jasa-jasa lingkungan. Negara kepulauan
yang memiliki garis pantai kurang lebih 81.000 km terdapat wilayah pesisir yang
relative sempit, tetapi memiliki potensi sumber daya alam hayati dan non-hayati.
Peran dari sumber daya alam sangat mendukung kehidupan manusia, mendukung
ekosistem perairan dan sebagai komponen penting dalam pembangunan
perekonomian. Seperti hutan mangrove yang menjadi pendukung potensi sumber
daya perikanan dan kelautan di daerah tersebut. Fungsi biologi hutan mangrove
sebagai nursery ground, feeding ground, dan spawning groung bagi biota tertentu
yang salah satu nya adalah makrozoobentos (Baransano & Mangimbulude, 2011).
Makrozoobentos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan dan
bagian dari rantai makanan yang keberadaannya tergantung pada populasi
organisme yang tingkatnya lebih rendah. Kelimpahan dan keanekaragaman nya
tergantung dari faktor lingkungan dengan berkembang biak juga tergantung dari
sifat fisika, kimia, dan biologi perairan (Sabar, 2016). Kemudian keberadaan
hewan makrozoobentos dapat dilihat dari substrat dasar perairan yang sangat
menentukan perkembangan organisme. Seperti pada daerah Labuhan Sepuluh
Kabupaten Bangkalan yang terdapat habitat makrozoobentos.
Labuhan Sepuluh Kabupaten Bangkalan merupakan tempat rehabilitasi
mangrove dan terumbu karang dengan lingkungan lestari dengan daerah
mangrove yang menghijau terbentang luas mencapai 17,5 hektar. Konservasi yang
berfokus pada dua daerah yaitu Pulau Ajaib dan kawasan yang diplot menjadi
taman wisata terumbu karang. Hutan mangrove yang memiliki berbagai ekosistem
di dalamnya seperti ekosistem makrozoobentos yang melimpah. Keanekaragaman
makrozoobentos perlu adanya identifikasi dan jenis-jenis nya yang berkaitan
dengan fungsi sebagai memelihara dan menjaga kesehatan lingkungan.
Potensi yang dimiliki mahasiswa dapat membantu dalam mengidentifikasi
jenis-jenis makrozoobentos yang ada di Labuhan Sepuluh Kabupaten Bangkalan.
Dalam menerapkan potensi tersebut dapat melalui program pendidikan yaitu Praktik Kerja Lapang (PKL). Kegiatan tersebut merupakan kegiatan dimana
mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang sudah di dapat pada masa kuliah.
Sehingga diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi jenis-jenis
makrozoobentos yang ada di Labuhan Sepuluh Kabupaten Bangkalan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Moh. Farhan Al Ayyubi Fadli |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | MAKROZOOBENTOS; MANGROVE |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36216 |
