TRUNOJOYO-KP-22625-180351100023-Muh. Fathur Rosi_023_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar didunia dimana pulaupulau Indonesia tersebar dari sabang sampai marauke total pulau yang telah
terverifikasi sebanyak 17.508 pulau. Pada setiap pulau terdapat tumbuhan, dan
biota-biota yang melimpah dikarenakan pada satu pulau dan pulau lainnya
memiliki keadaan alam yang berbeda-beda. Perairan laut di Indonesia seluas 5,8
juta km2 yang terdiri dari perairan kepulauan dan teritorial seluas 3,1 juta km2
serta perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) seluas 2,7 juta km2
dengan memiliki potensi sumberdaya ikan sebesar 6,11 juta ton pertahun
(Noviyanti et al., 2019).
Ekosistem mangrove merupakan salah satu daerah yang memiliki
produktivitas tinggi dikarenakan ada serasah dan terjadi dekomposisi serasah
sehingga terdapat detritus. Hutan mangrove juga merupakan ekosistem yang
berada pada wilayah intertidal yang berinteraksi antara perairan laut, payau, tawar
dan terrestrial. Dengan adanya interaksi ini pada ekosistem mangrove memiliki
keanekaragaman hayati yang melimpah baik berupa flora maupun berupa fauna
(Hutama et al., 2019).
Hutan mangrove merupakan habitat utama bagi biota makrozoobenthos
salah satunya dari filum moluska dan sebagai tempat pemijahan ikan atau juga
dapat dijadikan kawasan berlindung bagi ikan kecil dari serangan predator yang
ingin memangsanya. Ekosistem yang dilestarikan dapat menimbulkan rantai
makanan bagi antar biota menjadi kompleks. Dengan keadaan lestari seperti itu
akan meningkatkan jumlah ikan yang berpijah di kawasan ekosistem mangrove.
Fungsi utama dari mangrove dapat menyediakan lingkungan yang kondusif bagi
perairan, dan Moluska adalah salah satu makhluk hidup yang berhubungan
langsung dengan keberadaan dan fungsi perlindungan dari mangrove (Talib,
2008).
Menurut (Nangin et al., 2015) Moluska merupakan salah satu komunitas
biota yang sering dipakai sebagai bioindikator pencemaran disuatu perairan. hal
ini berdasarkan cara hidup Moluska yang hidup menetap (sesil) dan tingkat
mobilitasnya rendah sehingga dapat digunakan untuk menduga kualitas perairan dimana komunitas organisme tersebut berada. Mengingat pentingnya Moluska
dalam rantai makanan terhadap organisme-organisme yang hidup di ekosistem
mangrove serta minimnya informasi tentang keberadaan Moluska didaerah
ekowisata mangrove lembung kecamatan galis kabupaten Pamekasan, perlu
dilakakukan penelitian tentang identifikasi Moluska. Maka pada kesempatan
Praktik Kerja Lapang (PKL) yang akan dilaksanakan di Ekowisata Mangrove
Lembung Pamekasan, praktikan/peneliti tertarik mengambil judul “Identifikasi
Moluska di Ekosistem Mangrove Lembung Kecamatan Galis Kabupaten
Pamekasan” untuk mengetahui jenis-jenis Moluska yang berada di ekosistem
mangrove tersebut.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUH. FATHUR ROSI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | MOLUSKA; EKOWISATA MANGROVE |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36198 |
