PENGUJIAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA AIR LIMBAH DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN MOJOKERTO

TIFANIA EKA ASVIHANA (2021) PENGUJIAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA AIR LIMBAH DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN MOJOKERTO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-22624-180351100018-180351100018_PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-22624-180351100018-180351100018_PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Keberadaan air di bumi sangat banyak jumlahnya. Lebih dari 98% dari
semua air terdapat di darat yang disebut dengan air laut, 2% yaitu air tersimpan
di bawah permukaan tanah sebagai air dalam bahan jenuh kemudian kelembaban
tanah yang merupakan perairan seperti sungai, danau dan reservoir yang
memiliki persentase setengan dari 2%. Persentase air yang melimpah tersebut
memiliki kegunaan sangat banyak yaitu bagi kehidupan manusia, tumbuhan
maupun hewan di permukaan bumi (Rejekiningrum, 2009).
Pemanfaatan air dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh
yang paling berperan penting yaitu untuk memenuhi kebutuhan akan air di dalam
tubuh manusia. Air pada tubuh manusia memiliki fungsi diantaranya sebagai zat
pelarut, zat penyusun sel, katalisator pada proses enzimatis, pengatur suhu tubuh,
pengisi ruang pada persendian serta berperan pada peredaran darah, ekskresi dari
sisa metabolisme. Kebutuhan air di dalam tubuh manusia sangat besar yaitu 75%
dalam tubuh manusia merupakan air dan 85% bagian otak manusia juga tersusun
atas air sehingga apabila tubuh kekurangan air maka rawan mengalami dehidrasi.
Air merupakan komponen penting untuk kelangsungan hidup manusia dan perlu
adanya pengelolaan agar memenuhi kebutuhan tubuh dengan layak sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan (Birawan et al., 2011).
Pemanfaatan air juga dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh
karena itu, diperlukan air yang bersih dan bebas dari pencemar membahayakan.
Pencemar yang memcemari perairan dapat berasal dari kegiatan manusia maupun
faktor alamiah dari lingkungan perairan itu sendiri. Faktor alamiah lingkungan
dapat disebabkan karena komposisi tanah yang telah tercemar, adanya
pencemaran yang disebabkan oleh mikroorganisme maupun biota yang hidup
diperairan tersebut, dan kurangnya daya resap tanah yang mengakibatkan beban
pencemar yang masuk sulit diendapkan. Limbah yang berasal dari aktivitas
manusia sebagian besar merupakan limbah hasil suatu kegiatan industri,
peternakan, perikanan, dan kegiatan rumah tangga atau disebut dengan limbah domestik. Limbah yang berasal dari kegiatan tersebut akan meningkat sebanding
dengan jumlah masyarakat yang bertambah (Hariyanto, 2014).
Berdasarkan data Menteri Lingkungan Hidup limbah yang dihasilkan
pertahunnya mencapai 1 juta ton limbah cair, 11 juta ton limbah B3, 308 ribu
limbah padat, 352 limbah B3 yang berupa cair, dan 4 juta limbah lainnya.
Limbah yang dihasilkan kegiatan masyarakat khusunya sampah berdasarkan data
yang bersumber dari Sisitem informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN)
jumlah limbah yang dihasilkan pertahunnya mencapai 24 juta per tahun.
Persentase sampah berdasarkan sumbernya memiliki nilai paling tinggi yaitu
pada sampah rumah tangga dengan presentase mencapai 38,1% kemudian ada
sampah yang berasal dari pasar tradisonal dengan persentase 21,4%, pusat
perniagaan memiliki persentase 11,2%, fasilitas publik 9%, perkantoran 8%,
kawasan 7,8%, dan sisanya yaitu sampah lain-lain, hal tersebut sebagai
pendukung penambahan pencemaran air pada perairan akibat dari sampah yang
langsung di buang di badan perairan. Mubin et al. (2016) mengatakan bahwa
limbah domestik yang dihasilkan dari suatu kegiatan per orang dalam setiap
harinya mencapai 120 liter. Limbah cair yang dihasilkan dari industri batik pada
proses pewarnaan kain yaitu berasal dari zat warna, air bekas pencucian, dan
pembilasan kain batik sebanyak 100-125 liter per kilogram batik (Apriyani,
2018).
Limbah yang berasal dari kegiatan industri banyak dijumpai di daerah
sekitar perkotaan dan berada dalam skala yang cukup besar. Wilayah perkotaan
sebagai daerah dengan tingkat perkembangan perusahaan yang pesat dapat
disimpulkan bahwa limbah yang dihasilkan dari sisa kegiatan di perusahaan juga
melimpah. Jenis limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri tersebut dapat
berupa padat maupun cair. Suryasa (2015) menjelaskan bahwa limbah padat
sendiri merupakan limbah yang memiliki bentuk padatan dengan tekstur kasar
dan halus. Limbah padat yang terdapat pada lingkungan perairan mampu
tersuspensi, terlarut bahkan mengendap, adanya limbah berupa padat ini akan
memberikan warna atau bau yang spesifik dari perairan tempat pembuangannya Limbah cair merupakan limbah hasil kegiatan yang berupa cairan mengandung
berbagai senyawa organik alami dan sintetis. Limbah cair dapat dibedakan
berdasarkan karakteristiknya yaitu warna keruh, bening, dan masih banyak lagi
tergantung beban yang dibawanya.
Limbah cair biasanya dibuang ke dalam perairan, namun dalam pembuangan
air limbah perlu dilakukan proses pengelolaan terlebih dahulu guna menjaga
kelestarian lingkungan perairan. Tujuan dari adanya pengelolaan air limbah yaitu
untuk mengurangi kandungan pencemar air yang berasal dari hasil kegiatan
sehingga air limbah dapat mencapai konsentrasi yang sederhana dan aman jika
dibuang di lingkungan perairan. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan dengan
cara melakukan penurunan beban polutan organik berdasarkan strategi yang
cocok diterapkan sesuai dengan jenis limbah. Pengelolaan juga dapat diterapkan
dengan penggunaan teknologi yang sederhana dan mutahir. Air limbah yang
mengalami pengelolaan dilakukan pengujian parameter kualitas air limbah
sebagai faktor pendukung guna mengetahui seberapa besar tingkat beban
pencemarannya (Yudo dan Nusa, 2017).
Pengujian air limbah juga perlu dilakukan sebelum dibuang di perairan
untuk menerapkan pengendalian terhadap air limbah salah satunya yaitu dengan
pengujian COD. Peran pengujian COD pada lingkungan perairan yaitu untuk
menduga adanya pencemaran yang diakibatkan oleh bahan organik yang masuk
di dalam perairan serta pendugaan terkait penurunan oksigen terlarut akibat
bahan organik (Andika et al., 2020). Nilai COD merupakan nilai ukuran terhadap
pencemaran air oleh bahan organik yang secara alamiah akan mengoksidasi
melalui proses biologis diperairan sehingga mampu mengetahui dampak yang
diakibatkan adanya nilai COD tersebut.
Kurnianti et al. (2020) mengatakan bahwa kandungan COD yang tinggi di
perairan akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas air dan produktivitas
pada sumberdaya perairan. Tingginya kadar COD pada air limbah menyebabkan
kandungan oksigen didalamnyaair limbah tersebut miskin sehingga biota tidak
mampu hidup pada air limbah (Andika et al., 2020). Perairan yang mengandung COD tinggi berpengaruh terhadap masyarakat sekitar perairan, dampak tersebut
yaitu terganggunya kesehatan seperti gangguan pencernaan apabila
mengkonsumsinya, efek gatal-gatal pada kulit ketika memanfaatkan perairan
tercemar sebagai kebutuhan untuk mandi, dan lain sebagainya. Dampak lain yang
disebabkan oleh tingginya nilai COD perairan selain mencemari air juga akan
mencemari udara dan juga tanah sehingga diperluka pengujian perairan terutama
perairan sasaran pembuangan air limbah sebelum dibuang ke perairan (Nurhalisa,
2017).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto merupakan sebuah
lembaga pemerintahan yang bergerak pada bidang pengujian perairan yang
terdiri dari: pengujian air permukaan, air bersih dan air minum, air limbah serta
pengujian udara ambien, udara ruang, udara emisi bergerak, dan udara emisi
tidak bergerak. DLH kota Mojokerto terletak di Kabupaten Mojokerto tepatnya
di Jl. Pemuda No. 55B, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. DLH
Kabupaten Mojokerto memilki sarana yang baik dan lengkap dalam melakukan
pengujian terhadap air permukaan, air minum maupun air limbah sehingga sangat
cocok digunakan sebagai tempat melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL)
untuk mengetahui metode pengujian kualitas air khusunya parameter COD

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
TIFANIA EKA ASVIHANA
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD); AIR LIMBAH
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 04:42
Last Modified 24 Oct 2026 17:28
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36196

Actions (login required)

View Item
View Item