TRUNOJOYO-KP-22623-180351100066-180351100066-PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Air merupakan kebutuhan makhluk hidup yang sangat penting bagi manusia.
Kebutuhan air bagi manusia digunakan untuk minum, memasak, mencuci, mandi,
dan sanitasi. Fungsi air lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada
aktivitas ekonomi dan sosial seperti industri, rumah sakit, perhotelan,
perdagangan, perkantoran, dan pendidikan. Pemanfaatan air untuk kebutuhan
harus disesuaikan dengan jumlah air yang tersedia di alam (Suprihatin dan Ono
2013).
Penggunaan air di Indonesia mencapai 694 miliar m³ per tahunnya. Hanya
sekitar 20% yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, kota, dan
industri, sedangkan 80% lainnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
pertanian (irigasi). Akan tetapi, hanya 23% pemanfaatan air secara optimal dari
kebutuhan manusia. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor meliputi
meningkatnya jumlah penduduk, kegiatan eksploitasi alam yang tidak terkendali,
dan kegiatan industrialisasi yang tidak dikelola dengan baik. Faktor tersebut jika
terjadi secara terus-menerus akan menyebabkan pencemaran lingkungan dan
kelangkaan sumberdaya air (Samekto dan Ewin 2010).
Salah satu penyebab tingginya pencemaran lingkungan berasal dari perilaku
manusia seperti penggunaan kantong plastik secara masif, membuang sampah
maupun limbah ke badan air, serta penebangan dan pembakaran hutan tanpa
melakukan reboisasi. Dwipayana et al., (2019) menjelaskan bahwa faktor yang
menyebabkan pencemaran lingkungan yaitu meningkatnya jumlah penduduk
yang tidak terkendali dan adanya polutan dalam jumlah yang sangat besar.
Pertumbuhan penduduk yang meningkat disebut mencemari lingkungan karena
peningkatan penduduk akan memiliki berbagai jenis aktivitas yang dapat
menimbulkan sampah. Polutan terbesar yang dapat mencemari lingkungan
biasanya berasal dari kegiatan manusia seperti membuang sampah ke sungai,
pembakaran, dan pertambangan. Selain itu, Izzah et al., (2019) juga menjelaskan
bahwa polutan yang dapat mencemari lingkungan yaitu pemakaian kendaraan bermotor yang diindikasikan dapat meningkatkan gas CO di udara. Kegiatan
manusia tersebut tentunya tidak hanya mencemari lingkungan yang terdapat di
daratan saja namun juga dapat mencemari perairan. Pencemaran yang terdapat di
lingkungan perairan biasanya diakibatkan oleh adanya logam berat.
Logam berat merupakan unsur kimia yang memiliki pengaruh negatif pada
tubuh manusia maupun hewan apabila jumlah konsentrasinya melebihi batas
ambang yang telah ditetapkan. Logam berat dapat masuk ke dalam tubuh
manusia melalui makanan, respirasi, dan kulit. Selain itu, masuknya logam berat
pada hewan yang terdapat di perairan dapat melalui air dan sedimen yang
kemudian akan terakumulasi pada tubuh biota perairan (Pramiastuti dan Desi,
2021). Jenis logam berat yang dapat mencemari lingkungan perairan yaitu
cadmium dan cobalt. Kedua jenis logam berat tersebut memiliki tingkat
ketoksikan yang berbeda-beda. Mamoribo et al., (2015) menjelaskan bahwa
logam cadmium yang terdapat di perairan akan diakumulasikan oleh biota
perairan. Selanjutnya, melalui rantai makanan dapat mengganggu kehidupan
manusia dalam jangka waktu yang panjang karena memiliki sifat yang sulit
terurai. Selain logam cadmium, pencemaran perairan juga disebabkan oleh logam
cobalt. Purbalisa dan Triyani (2019) menjelaskan bahwa logam berat cobalt yang
terdapat di perairan akan mengalami bioakumulasi dan biotransformasi.
Selanjutnya, melalui rantai makanan logam berat cobalt dapat mengganggu
kesehatan manusia dalam jangka waktu yang panjang. Pencemaran lingkungan
perairan tersebut perlu di cegah agar tidak menyebabkan gangguan pada manusia
dan biota perairan. Salah satu upaya mencegah terjadinya pencemaran perairan
yaitu dengan melakukan pengawasan dan pengendalian pengolahan air.
Fungsi pengawasan dan pengendalian pengolahan air bertujuan untuk
mencegah pencemaran perairan dari air permukaan maupun air tanah dan
melindungi masyarakat dari gangguan keadaan-keadaan yang tidak higienis.
Selain itu, pengawasan dan pengendalian pengolahan air juga dapat digunakan
untuk memelihara kondisi lingkungan agar tetap sehat dan mencegah penularan
penyakit melalui media air seperti diare, hepatitis A, polio, chlorera, dan thypus abdomeminalis (Khaliq 2015). Listyawati dan Triyanto (2012) menjelaskan
bahwa pengawasan pengolahan air merupakan kegiatan yang bertujuan untuk
mengetahui dan menilai kondisi kualitas air secara nyata atau real, apakah sesuai
dengan standar baku mutu atau tidak. Pengawasan pengolahan air
diklasifikasikan menjadi empat bagian yaitu pengawasan internal-preventif,
internal-represif, eksternal-prevenntif, dan eksternal-represif. Pengendalian
pengolahan air merupakan kegiatan dalam bentuk peringatan, pembinaan,
pengarahan, penyelesaian konflik sebagai mediator maupun fasilitator,
penindakan berupa sanksi, dan perizinan.
Salah satu instansi yang digunakan untuk pengawasan dan pengendalian
pengolahan air, yaitu Dinas Lingkungan Hidup. Dinas Lingkungan Hidup
merupakan suatu instansi pelaksana Pemerintah Daerah di bidang lingkungan
hidup yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas. Penanggung jawab Dinas
Lingkungan Hidup yaitu Bupati melalui Sekretaris Daerah. Salah satu tugas
pokok Dinas Lingkungan Hidup yaitu pelaksanaan pembinaan, pengawasan,
pengendalian, dan pelaporan di bidang penataan lingkungan hidup, pengelolaan
sampah, limbah bahan berbahaya dan beracun, serta pengendalian pencemaran
dan kerusakan lingkungan hidup.
Mahasiswa dalam pelaksanaan perkuliahan tidak hanya memerlukan teori saja
namun juga memerlukan praktik di lapangan. Salah satu praktik lapangan yang
sesuai dengan peminatan mahasiswa pada konsentrasi perairan yaitu di Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto. Dinas Lingkungan Hidup ini sangat
sesuai digunakan untuk mahasiswa yang melaksanakan praktik kerja lapang
(PKL) karena memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Mojokerto berlokasi di Jalan Pemuda Nomor 55B, Bulanan, Seduri,
Kecamatan Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur 61382
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SUSI DWI WIDYANINGSIH |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | KADAR LOGAM BERAT; CADMIUM (Cd) DAN COBALT (Co); AIR LIMBAH |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36195 |
