TRUNOJOYO-KP-22614-180351100011-ISSATUN ISTIFA ADAH 180351100011.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Salah satu komoditas ekspor yang memiliki potensi besar yaitu ikan teri nasi.
Pemasaran ikan teri nasi ini bukan hanya di dalam negeri bahkan sampai ke luar
negeri. Volume ekspor ikan teri Indonesia pada tiap tahunnya mengalami
peningkatan. Tahun 2005, volume ekspor ikan teri meningkat tajam menjadi
2.443 ton dengan nilai 16.287.284 dan tahun 2006 meningkat sebesar 5%
menjadi 2.579 ton dengan nilai 16.437.255 US$. Rekapitulasi dari Departemen
Perindustrian pada 2006, proporsi jumlah industri hasil laut terbanyak di
Indonesia ada di provinsi Jawa Timur yaitu sebesar 36,73% (Partiwi, 2007) dan
khusus untuk industri teri nasi terdapat 26 perusahaan berlokasi di Jawa Timur.
Ikan teri merupakan ikan yang memiliki kandungan kalsium yang berfungsi
sebagai pencegah pengeroposan tulang yang tahan dan tidak mudah larut dalam air.
Ikan kering adalah salah satu bentuk makanan olahan ikan yang banyak dikonsumsi
oleh masyarakat Indonesia. Ikan teri kering banyak memiliki peminat dikarenakan
memiliki keistimewaan selain mudah diperoleh dan diolah serta dikreasikan dengan
makanan lainnya, tubuhnya yang kecil mudah dan praktis sehingga cocok untuk
dikonsumsi oleh berbagai kalangan (Sirait, 2019).
Ikan teri segar memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia akan tetapi
ikan teri juga memiliki kekurangan yaitu memiliki sifat mudah rusak (perishable
food). Kekurangan ikan teri nasi ini memerlukan penanganan atau pengolahan yang
baik dan tepat agar ikan teri nasi dapat dikonsumsi dan bertahan dalam kurun waktu
tertentu. Pengolahan dan pengawetan ikan merupakan salah satu bagian penting
bagi industri perikanan karena hampir 65% produk perikanan diolah dan
diawetkan dengan cara penggaraman (Sirait, 2019). Pengolahan ikan teri nasi bisa
dilakukan dengan pemberian garam atau pengasinan dirasa paling baik dan
menjadi komoditas ekspor yang sedang dikembangkan karena dengan pengasinan
ini dapat menghambat cepatnya proses pembusukan sekaligus dapat menjaga
kandungan gizi pada ikan teri nasi agar dapat sampai ke tangan konsumen dengan
mutu dan gizi yang tinggi (Juniangsih dan Ramli, 2013). Pengawetan ikan
selanjutnya, setelah pemberian garam yaitu proses pengeringan ikan. Pengeringan ikan yang dilakukan oleh nelayan bersifat tradisional yaitu dengan menggunakan
anyaman bambu dan memanfaatkan panas sinar matahari (Imbir et al., 2015).
Pengolahan ikan teri nasi dapat dikatakan berhasil apabila kandungan gizi
yang ada pada ikan teri nasi sesuai dengan mutu ikan. Pengolahan ikan teri nasi
bertujuan untuk memperpanjang daya simpan ikan atau produk olahan ikan teri nasi
agar dapat dikonsumsi lebih lama, karena pada dasarnya ikan teri nasi segar akan
cepat sekali membusuk yang disebabkan oleh mikroba apabila dibiarkan dalam
keadaan segar. Pengolahan yang baik dan benar akan menghasilkan produk olahan
yang sesuai dengan baku mutu produk olahan tersebut. Oleh sebab itu, Praktik Kerja
Lapang (PKL) dilakukan untuk mengetahui proses dan mekanisme tahapan
produksi ikan teri nasi ekspor yang dilakukan di PT. Marinal Indoprima, Kapedi
Kabupaten Sumenep.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Issatun Istifa Adah |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | PROSES PRODUKSI; IKAN TERI NASI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:37 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36176 |
