PERSENTASE TUTUPAN TERUMBU KARANG DI PERAIRAN BANGSRING UNDERWATER BANYUWANGI

DEWI ZAHROTUN NAYYIROH (2021) PERSENTASE TUTUPAN TERUMBU KARANG DI PERAIRAN BANGSRING UNDERWATER BANYUWANGI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-22611-180351100012-LAPORAN PKL DEWI ZAHROHTUN NAYYIROH.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-22611-180351100012-LAPORAN PKL DEWI ZAHROHTUN NAYYIROH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Pesisir dan laut Indonesia mempunyai sumberdaya alam yang bernilai
estetika tinggi. Indonesia merupakan negara terbesar dengan jumlah pulaunya
mencapai 17.508 pulau dengan luas lautnya sekitar 3,1 juta km2. Wilayah lautan
yang luas tersebut menjadikan Indonesia menjadi daya tarik biota laut maupun
mahluk hidup lainnya, salah satunya adalah ekosistem terumbu karangnya.
Terumbu karang merupakan ekosistem khas perairan tropis yang memiliki
keanekaragaman yang tinggi dengan pusat penyebarannya di wilayah IndoPasifik. Luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia diperkirakan
lebih dari 80.000 km2 yang tersebar luas di kawasan perairan Barat Indonesia
sampai kawasan Timur Indonesia (Luthfi et al., 2018).
Pantai Bangsring adalah kawasan pantai yang terletak tepat diantara Selat
Bali dan Laut Jawa tepatnya berada di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo,
Kabupaten Banyuwangi. Pantai Bangsring merupakan salah satu wisata pantai
yang dinaungi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan
merupakan wilayah konservasi yang memiliki biota yang melimpah dan
ekosistem terumbu karang dengan potensi yang cukup beragam. Nelayan sekitar
menggantungkan hidupnya terhadap perikanan terumbu karang. Ekosoistem
terumbu karang memberikan rumah bagi berbagai jenis biota laut biota laut yang
beranekaragam. Ekosistem terumbu karang juga menjadi bagian hidup dari
masyarakat disekitar Pantai Bangsring yang umumnya adalah nelayan ikan hias.
Besarnya potensi sumberdaya alam pada kawasan Pantai Bangsring telah
memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat disekitar dengan beragam
pola pemanfaatan (Asadi & Andrimida, 2017)
Keberadaan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan ikan
hias memiliki kaitan yang erat dengan pola pemanfaatan sumberdaya hayati di
kawasan pantai bangsring yang menunjukkan bahwa pantai bangsring memiliki
potensi nilai ekonomi yang sangat tinggi. Pantai bangsring memiliki daya tarik
sebagai referensi untuk melakukan penelitian karena pantai bangsring dikelola
secara swadaya oleh masyarakat dan kondisi ekosistem terumbu karang pantai
bangsring telah mengalami perbaikan yang signifikan sehingga dapat dijadikan contoh atau perwakilan kawasan pesisir di banyuwangi atau bahkan Jawa Timur
dengan potensi terumbu karang yang baik namun membutuhkan bantuan untuk
membuat manajemen pengelolaannya menjadi lebih baik sehingga pemanfaatan
ekosistem dapat dilakukan secara multisektoral tanpa memberikan dampak buruk
terhadap ekosistem itu sendiri (Asadi & Andrimida, 2017).
Pantai Bangsring Underwater mempunyai banyak destinasi wisata antara
lain wisata selam dan snorkling yang menjadi daya tarik untuk melihat keindahan
bawah laut salah satunya yaitu terumbu karang yang dijadikan spot untuk
wisatawan maupun penelitian. Pantai Bangsring memiliki ekosistem terumbu
karang yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, berkaitan dengan hasil
wawancara mengungkapkan bahwa pada awalnya Pantai Bangsring dijadikan
tempat penangkapan ikan hias oleh masyarakat sekitar, kegaiatan penangkapan
ikan yang tidak ramah lingkungan menyebabkan rusaknya terumbu karang. Tahun
2008 terbentuk kelompok masyarakat yang dinamakan kelompok ikan hias
samudra bakti yang mengelola kegiatan wisata Bangsring. Pengembangan wisata
Bangsring diawali dengan mengubah kebiasaan penangkapan ikan hias yang tidak
ramah lingkungan. Selain itu kegiatan konservasi juga dilakukan untuk
merehabilitasi terumbu karang yang rusak dengan membuat terumbu karang
buatan yaitu transplantasi terumbu karang (Budiman et al., 2017).
Praktik Kerja Lapang dilakukan untuk melihat persentase tutupan terumbu
karang di Pantai Bangsring Banyuwangi dengan menggunakan metode LIT.
Pentingnya mempelajari identifikasi jenis persentase bentuk tutupan terumbu
karang di Pantai Bangsring karena dapat mengetahui kondisi terumbu karang yang
masih hidup dan terumbu karang yang mati di Perairan Bangsring Banyuwangi.
Praktik Kerja Lapang tentang persentase tutupan terumbu karang juga perlu
dilakukan untuk belajar tentang pengetahuan dan meningkatkan pengalaman
kemudian di praktekkan. Data hasil penelitian kemudian dimanfaatkan sebagai
acuan dan evaluasi untuk tahun berikutnya dalam memantau perkembangan
terumbu karan

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
DEWI ZAHROTUN NAYYIROH
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords TERUMBU KARANG; PERAIRAN UNDERWATER
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 04:37
Last Modified 24 Oct 2026 17:28
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36173

Actions (login required)

View Item
View Item