TRUNOJOYO-KP-22610-180351100006-180351100006 PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Pariwisata merupakan industri yang sangat dinamis. Industri pariwisata
cenderung selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu baik dari sisi pola,
dampak, minat, dan jumlah wisatawannya.Industri pariwisata menjadi salah satu
industri yang menjanjikan karena terus tumbuh ditengah resesi ekonomi global
yang saat ini sedang melanda.Indonesia menganggap pariwisata sebagai aspek
terpenting yang menghasilkan devisa terbesar dan sektor terkuat dalam
pembiayaan ekonomi global, sehingga menjadikan pariwisata sebagai suatu
industri yang besar akibat kemajuan teknologi dan komunikasi yang mendorong
perkembangan pariwisata. Indonesia menyatakan bahwa, industri pariwisata
merupakan salah satu bentuk usaha yang sangat potensial untuk dikembangkan
karena kekayaan akan potensi kepariwisataan yang dimiliki Indonesia, seperti
potensi alam dan budaya yang unik dan beranekaragam (Ahmad & Sigarete,
2018).
Kawasan ekowisata pantai yaitu suatu daerah pengembangan pariwisata
berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian
lingkungan alam dan budaya serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan yang konservatif, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada
masyarakat setempat (Yulisa, Johan, & Hartono, 2016). Salah satunya di
Bangsring Underwater yang berlatar belakang sebagai nelayan ilegal,
masyarakat tersebut dulunya yaitu seorang nelayan ikan hias yang cara
penangkapannya secara seperti mengebom atau meracun sehingga
menyebabkan terumbu karang rusak, serta akan membuat angka kepunahan
terhadap biota yang berasosiasi di sekitar karang. Namun masyarakat telah
sadar dan mengelola penuh wilayah tersebut menjadi kawasan konservasi dan
wisata. Bangsring Underwater salah satu ekowisata yang telah berkembang dan
merubah pandangan masyarakat tentang laut. Dimana suatu bentuk kegiatan
yang memanfaatkan keaslian alam dengan interaksi antara aktivitas rekreasi,
konservasi, dan penduduk setempat
Pengelolaan pesisir terpadu ialah suatu proses perencanaan,
pemanfaatan, pengawasan dan pengendalian sumberdaya pesisir secara
berkelanjutan. Mengintegrasikan kegiatan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat perencanaan antar sektor, antara pemerintah dengan pemerintah
daerah, antara ekosistem darat dan laut. Tujuan pengelolaan adalah mengatasi
konflik pemanfaatan ruang wilayah pesisir, sehingga terwujudnya pembangunan
yang berkelanjutan (Muchrodji, Untari, & Untari, 2015). Dalam judul ini
bermaksud dengan tujuan untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengolahan
sumberdaya alamnya, karena Bangsring Underwater Banyuwangi terkenal
dengan konsep pengolahan yang terpadu seperti halnya melakukan transplantasi
terumbu karang, fish apartemen, dan fasilitas yang cukup memadahi serta
memiliki struktur pengorganisasian yang jelas
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM VENNY ROHMA INDRIYANTI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | EKOWISATA PANTAI; UNDERWATER; PANDEMI COVID 19 |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:37 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36172 |
