TRUNOJOYO-KP-22604-180341100028-180341100028_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia secara geografis memiliki koordinat dari 60 LU (Lintang Utara)
sampai 110 LS (Lintang Selatan) dan 950 BT (Bujur Timur) sampai 1410 BT
(Bujur Timur). Jumlah pulau yang ada di Indonesia 17.504 pulau yang terdiri dari
pulau – pulau besar dan pulau – pulau kecil. Pulau diujung utara Indonesia yaitu
Pulau Weh yang dilalui garis lintang 60 LU dan pulau ujung selatan yaitu Pulau
Roti yang dilalui oleh garis lintang 110 LS. Letak posisi Indonesia cukup
strategis, yaitu terletak di kawasan khatulistiwa yang berada di antara dua
samudra yaitu Samudra Hindia dan Pasifik, dan dua benua yaitu Asia dan
Australia. Indonesia juga merupakan pusat lalu lintas maritim antar benua.
Indonesia juga memiliki kedaulatan terhadap laut wilayahnya meliputi perairan
pedalaman, perairan nusantara, dan laut teritorial (sepanjang 12 mil dari garis
dasar). Tiga perempat wilayah Indonesia ditutupi oleh lautan. Luasan laut
Indonesia yaitu 5,9 juta km2 dengan dengan garis pantai sepanjang 95.161 km.
(Lasabuda, 2013).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika merupakan Lembaga
pemerintah nonkementrian resmi dan memiliki banyak cabang salah satunya di
tanjung perak surabaya dengan tugas pemerintahan di bidang meteorologi,
klimatologi, dan geofisik. Lembaga ini selalu memberi informasi dini terkait
gempa bumi, tsunami dan kondisi cuaca serta iklim di wilayah jawa timur
termasuk kondisi arus yang dipengaruhi oleh angin pada tahun 2020 di selat
madura juga diketahui oleh Lembaga ini. Arus merupakan gerakan mengalir
suatu massa air yang disebabkan oleh adanya tiupan angin, perbedaan densitas,
atau pergerakan gelombang panjang. Arus laut permukaan merupakan gerakan
massa air yang disebabkan oleh angin yang berhembus di permukaan laut pada
kedalaman kurang dari 200 meter yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang
lainnya. Arus laut mengalami perpindahan tempat, hal ini biasanya terjadi dari
suatu tempat yang bertekanan udara tinggi ke tempat yang memiliki tekanan
udara yang lebih rendah, dan sangat luas juga terjadi pada seluruh lautan di dunia
(Lasabuda, 2013).
Arus dibagi menjadi dua yaitu arus permukaan dan arus dalam. Arus
permukaan tenaga pengeraknya yaitu angin. Arus dalam biasanya terjadi karena
arus termohelin atau arus panas dan arus dingin. Arus termohelin merupakan arus
yang terjadi karena perbedaan densitas. Perbedaan densitas terjadi karena
perubahan suhu dan salinitas massa air laut. Angin juga berpengaruh terhadap
dinamika pergerakan arus permukaan dimana arus permukaan dapat berpengaruh
terhadap sebaran suhu permukaan laut. Lembaga Meteorologi, Klimatologi dan
Geofisika juga dapat melihat kondisi arus permukaan yang telah dipengaruhi
oleh angin melalui penelitian yang dilakukan. Pengadaan kegiatan Port
Meteorological Officer sesekali juga diadakan sebagai ujung tombak
pelaksanaan kegiatan BMKG di pelabuhan dan laut yang memiliki peran sangat
strategis dan vital bagi pelaksanaan program pembangunan poros maritim yang
sedang di program oleh pemerintah ( Azis, 2006).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Mawar Eka Berliana |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | ANGIN; KECEPATAN ARUS; SELAT |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36163 |
