TRUNOJOYO-KP-22600-180341100027-180341100027_PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan
potensi sumber daya laut dan pesisir yang melimpah. Wilayah pesisir dan laut
memiliki arti penting secara ekonomi bagi kehidupan masyarakat dari dahulu.
Sumberdaya hayati laut indonesia dapat dijadikan sebagai penopang hidup
masyarakat pesisir atau aset negara. Potensi terumbu karang di laut indonesia
sangat besar kurang lebih 14% terumbu karang di dunia berada di indonesia
dengan luas 75.000 km2, terumbu karang selain menjadi rumah bagi biota laut
juga bermanfaat sebagai penahan ombak dan pelindung pantai dari abrasi.
Potensi perikanan indonesia mencapai 65 juta ton yang terdiri 7,3 juta ton
ikan pelagis atau perikanan tangkap dan 57,7 juta ton perikanan budidaya.
Sektor budidaya biota laut yang di budidayakan yaitu kepiting, ikan kakap
putih, udang dan teripang. Potensi hutan mangrove di indonesia mencapai
luas 4,25 juta hektar dan hutan mangrove membantu dalam peningkatan
oksigen. Indonesia memiliki tiga ekosistem yaitu ekosistem terumbu karang,
ekosistem lamun dan ekosistem mangrove (Baransano dan Jubhar 2011)
Indonesia merupakan negara yang memiliki sumberdaya laut yang
melimpah. Negara maritime kaya akan berbagai jenis ikan dan
beranekaragam terumbu karang. Sumberdaya kelautan dan perikanan
merupakan aset negara yang dapat memberikan sumbangan berarti bagi
kesejahteraan suatu bangsa. Kekayaan sumberdaya laut indonesia merupakan
salah satu sektor yang berpotensi sebagai tumpuan (Prime Mover)
pembangunan ekonomi. Hampir semua hewan laut dapat dimanfaatkan untuk
dijadikan suatu produk yang unggul dan bernilai jual tinggi, namun pada
nyatanya negara indonesia belum mampu untuk mengembangkan atau
memanfaatkan sumberdaya laut yang dimiliki seperti salah satu hewan laut
yaitu teripang. Penelitian terhadap teripang sangatlah minim, nyatanya
masyarakat di indonesia jarang mengetahui hewan tersebut (Tajerin et al
2010)
Laut indonesia sangat disukai oleh berbagai biota laut terutama
teripang. Teripang hidup pada substrat berpasir sehingga hewan tersebut
tersebar luas di beberapa perairan indonesia. Habitat teripang pada umumnya
berada pada ekosistem lamun dan terumbu karang. Teripang atau dalam
Bahasa inggris disebut sea cucumber merupakan hewan laut dari filum
Echinodermata yang memiliki peran secara ekonomis dan ekologis. Teripang
terkenal dengan hewan laut yang menjijikkan karena bentuk, tekstur kulit dan
caranya bertahan hidup dari predator, dibalik dari kekurangannya tersebut
teripang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, teripang pada kondisi kering
dapat mengandung protein sebanyak ± 82%, lemak sebesar 1,7%,kadar air
sebesar 8,9% dan karbohidrat sebesar 4,8% sehingga dapat dijadikan olahan
makanan (Komala 2015)
Teripang merupakan hewan yang bergerak lambat dan termasuk ke
dalam golongan Echinodermata, Echinodermata berasal dari Bahasa yunani
yang berarti duri (echinos) dan kulit (derma). Jenis teripang di dunia sebanyak
650 dan 26 jenis tersebut berada di laut indonesia,namun tidak semua jenis
teripang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, terdapat 5 jenis teripang yang
memiliki nilai ekonomi yang tinggi yaitu teripang hitam (Holothuria edulis),
teripang koro (Holothuria nobilis), teripang nanas (Thelonota ananas),
teripang gamat (Stichopus noctivatus) dan teripang pasir (Holobhuria scabra)
sehingga kelima jenis teripang tersebut mengalami penurunan populasi setiap
tahunnya. Penurunan populasi teripang di indonesia disebabkan oleh
penangkapan yang berlebihan hal tersebut di lakukan karena untuk memenuhi
kebutuhan ekspor yang meningkat. Negara china merupakan salah satu
negara yang sering mengimpor teripang dari indonesia. Teripang di negara
china dikonsumsi sehari hari karena teripang memiliki kandungan protein
yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan (Purwati 2005)
Teripang merupakan hewan laut yang sering ditemukan pada daerah
pesisir yang bersubstrat lumpur dan berpasir namun mayoritas masyarkat
indonesia belum mengetahui akan adanya teripang dan penelitian terhadap
teripang di indonesia masih sangatlah minim, sehingga perlu adanya
penelitian lebih dalam terhadap teripang. Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Bangkalan (DKP) merupakan salah satu instansi yang menjadi
wadah bagi nelayan teripang untuk mengembangkan produk yang telah ada
sejak dahulu, salah satu produk dari nelayan teripang ialah kerupuk rung
terung atau kerupuk teripang. Penjualan dari kerupuk teripang tidaklah stabil
dikarnakan bahan baku utama dari kerupuk tersebut mulai menipis. Bahan
baku utama kerupuk tersebut ialah teripang. Setiap tahunnya teripang pada
perairan socah mengalami penurunan hal ini dikarnakan beberapa faktor
antara lain adanya over fishing terhadap teripang, nelayan masih
menggunakan alat tradisional dan adanya pencemaran terhadap daerah
tersebut, dengan permasalahan tersebut perlu adanya kajian lebih dalam
mengenai teripang
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Zamnurdin Ma’arif Al Ghaffar |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | TERIPANG; PERAIRAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:34 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36156 |
