TRUNOJOYO-KP-22591-180341100053-180341100053 LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Perairan Bangsring underwater merupakan kawasan pariwisata cukup
terkenal, terletak di Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Perairan
Bangsrig merupakan kawasan wisata yang pupuler dikarenakan keunikan
ekowisatanya, namun ekowisata di Bangsring mula tereancam akibat kegiatan
masyarakat nelayan yang merusak dan mengeksploitasi terhadap laut dan patai
tersebut. Perairan Bangsring underwater sebelum jadi pariwisata, merupakan
kawasan konsevasi yang memulihkan lingkungan laut serta biota seperti sedia kala.
Masyarakat dulu khusunya Bangsring berprofesi sebagai nelayan penangkap ikan
hias menggunakan alat tangkap dan dibantu kompresor dinilai tidak ramah.
Kebiasaan pemakaian bom untuk penangkapan ikan dapat membawa dampak tidak
baik pada perairan laut di Pantai Bangsring. Ikhwan Arief juga menuturkan,
kebiasaan tersebut ditimbulkan adalah rusaknya terumbu karang dan ekosistem
bawah laut di Pantai Bangsring di mana 82,5 % terumbu karang di Pantai Bangsring
rusak. Rusaknya terumbu karang mengakibatkan dampak menurunnya populasi
ikan di kawasan perairan Bangsring (Kusuma et al. 2017).
Rusaknya terumbu karang mengakibatkan pada menurunnya hasil tangkapan
nelayan Desa Bangsring. Menurunnya penangkapan berpotensi pada ekonomi yang
ada serta kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada
penangkapan nelayan. Alat tangkap yang digunakan tidak hanya membahayakan
diri namun juga lingkungan seperti terumbu karang karena menggunakan bahan
kimia seperti peledak dan potasium sehingga dapat merusak linkungan. Kerusakan
yang bersumber aktivitas manusia yang menyebabkan rusaknya terumbu karang
terhadap penangkapan ikan menggunakan bahan/zat kimia seperti bahan peledak
atau potasium (Mulatsih 2004). Penangkapan ikan hias di Bangsring memiliki
potensi sumber daya alam (SDA) yang memberikan dampak positif terhadap
ekonomi masyakat khususnya keanekaragaman ikaanya (Budiman et al. 2017).
Penangkapan ikan hias yang tidak ramah lingkungan perairan pantai
Bangsring Banyuwangi telah dilakukan bertahun-tahun mengakibatkan
berkurangnnya ikan serta rusaknya karang yang dilakukan sejak tahun 1970.
Penangkapan ikan yang dilakukan terus menerus tanpa memikirkan kedepannya mengakibatkan penangkapan ikan hias yang ditangkap nelayan semakin
berkurang bahkan habis. Semakin banyaknya nelayan pencari ikan hias yang
memanfaatkan daerah tersebut sehingga semakin cepat pula rusaknya serta
punahnya biota ikan hias. Kurangnnya kesadaran masyarakat akan penangkapan
ikan hias diperairan bangsing yang tidak ramah mengakibatkan kondisi lingkungan
laut mengalami kerusakan yang besar akibat peledak serta air yang tercemar akibat
bahan kimia seperti potasium, karena rusak dan tercemarnya habitat biota laut
tersebut mengakibatkan ikan berpindah sehingga mencari habitat baru. Kerusakan
karang merupakan salah satu faktor sulitnya ikan kembali ke habitat asal karena
karang menjadi rumah bagi banyak biota laut, terumbu karang juga digunakan
sebagai tempat berlindung serta tempat berkembang biak. Terumbu karang
merupakan habitat yang sangat berpengaruh bagi keberlajutan ekosistem suatu
perairan karena sebagai daerah mencari makan, sebagai area pengasuhan serta
pertumbuhan, dan pemijahan (Budhiman et al. 2013).
Rumah ikan (Domus Coronarius Circularis) merupakan salah satu alternatif
terbarukan untuk mengembalikan keberadaan ikan yang diciptakan oleh yayasan
terumbu rupa (YTR) yang berkerjasama dengan Pelayaran Nasional Indonesia
(PELNI), ditujukan sebagai inovasi terbaru dapat mengganti terumbu karang serta
menjaga kelangsungan pemanfaatan sumberdaya ikan. Rumah ikan (Domus
Coronarius Circularis), keberadaan rumah ikan ini masih belum diketahui secara
pasti dalam pengembangan dan keberhasilan dalam pengembalian pada ekosistem
perairan. Penempatan rumah ikan (Domus Coronarius Circularis) ini salah satunya
pada daerah Bangsring Banyuwangi.
Berangkat dari hal tersebut diatas, pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL)
dilakukan untuk mengetahui Identifikasi Pengaruh Keberadaan Domus Coronarius
Circularis (Rumah Covid-19) Terhadap Keberagaman Ikan Di Pantai Bangsring
Underwater, Banyuwangi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUH. ILHAM NZ |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | IDENTIFIKASI JENIS IKAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:29 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36136 |
