TRUNOJOYO-KP-22585-180351100072-LAPORAN PKL 180351100072.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Air merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar untuk setiap makhluk hidup. Air
sangat diperlukan untuk memenuhi kehidupan makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan
tanaman. Air bagi makhluk hidup sangatlah penting dan mempunyai peranan besar dalam
kelangsungan hidup. Air tawar yang digunakan dalam kegiatan rumah tangga oleh manusia
seperti untuk mencuci pakaian dan mencuci piring, minum, dan memasak. Air juga diperlukan
dalam kegiatan pertanian seperti mengairi sawah dan dalam kegiatan industri. Hal ini tidak dapat
dipungkiri dapat menimbulkan konflik karena persediaan air yang terbatas untuk memenuhi
setiap kebutuhan. Tidak dapat dipungkiri banyaknya berbagai aktivitas manusia menyebabkan
penurunan kualitas air (Sulistyorini et al., 2016).
Sungai tergolong sumber mata air permukaan yang memiliki banyak manfaat bagi
makhluk hidup. Kualitas air sungai akan mengalami penurunan dan perubahan sesuai dengan
kondisi lingkungan yang dipengaruhi oleh berbagai macam aktivitas di sekitar sungai. Pola
kehidupan manusia dan cara memanfaatkan sumberdaya alam menjadi pengaruh secara dominan
terhadap penurunan kualitas air (Mardhia dan Viktor, 2018).
Tingkat pencemaran di perairan sungai saat ini sangatlah tinggi diikuti dengan
meningkatnya jumlah penduduk yang berdampak pada kebutuhan air bersih yang meningkat.
Sumber- sumber pencemaran air penyumbang terbesar pada perairan sungai seperti limbah
rumah tangga, limbah industri, dan limbah pertanian. Sumber-sumber pencemaran air pendukung
selain dari bahan-bahan tercemar antara lain perubahan cuaca dan tata guna lahan (Pradana et al.,
2019).
Kualitas air yang baik dipengaruhi oleh unsur-unsur yang terkandung di dalamnya.
Indikator yang digunakan untuk mengetahui secara fisik air telah tekontaminasi zat tercemar
yaitu dengan adanya perubahan warna dan bau. Salah satu pengukuran kualitas air tercemar dari
limbah pertanian menggunakan fosfat (Indarsih et al, 2011).
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tuban merupakan instansi yang bergerak dalam
lingkungan hidup untuk memonitoring kualitas air wilayah Tuban sesuai dengan baku mutu yang
telah ditetapkan oleh Pemerintah. Kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) di Dinas Lingkungan Hidup Tuban untuk mengukur kualitas air dengan beberapa parameter yaitu fosfat, derajat
keasaman, dan Dissolved Oxygen (DO). Parameter utama fosfat yang di uji sebagai indikator
kualitas air untuk menentukan perairan tergolong oligotrofik, mesotrofik, dan eutrofik. Metode
yang digunakan untuk mengukur kualitas air sungai yaiyu menggunakan spektrofotometer UVVIS. Kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) dilakukan untuk mengaplikasikan teori yang telah
didapatkan di perkuliahan serta menambah wawasan dan pengetahuan selama kegaiatan
berlangsung.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DEVA KURNANING |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | KADAR FOSFAT (PO4); ALIRAN SUNGAI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:25 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36122 |
