TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13825-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (63kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13825-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (588kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13825-chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (14kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13825-chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (63kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13825-chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (494kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13825-chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (342kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13825-conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13825-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (93kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13825-appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (244kB)
Abstract
Jeruk Japanche citroen sering dijadikan batang bawah dalam teknik okulasi
tanaman jeruk karena daya adaptasi yang luas, kompatibel dengan berbagai varietas
jeruk batang atas serta meningkatkan vigor batang atas. Teknik kultur jaringan
embriogenesis dan organogenesis adalah solusi perbanyakan batang jeruk Japanche
citroen yang cepat dan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui lama inkubasi
terbaik pada media Murashige Skoog (MS) dengan zat pengatur tumbuh sitokinin
Thidiazuron (TDZ) terhadap embriogenesis dan organogenesis jeruk Japanche
citroen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Somatik dan Embriogenesis, Balai
Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, bulan Oktober 2017 hingga Mei
2018. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap, 5
kali ulangan dan uji lanjut BNJD 5%. Perlakuan lama inkubasi pada media MS-TDZ
1 mL/L meliputi TDZ 0 (tanpa inkubasi thidiazuron), TDZ 1 (inkubasi thidiazuron 1
hari), TDZ 2 (inkubasi thidiazuron selama 2 hari), TDZ 3 (inkubasi thidiazuron
selama 3 hari), TDZ 4 ( inkubasi thidiazuron 4 hari), TDZ 5 (inkubasi thidiazuron 5
hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa aplikasi thidiazuron
(TDZ 0 hari) merupakan perlakuan terbaik untuk membentuk embriogenesis somatik
yaitu sebesar 12% dibandingkan perlakuan lama inkubasi 1, 2, 3, 4 dan 5 hari.
Sedangkan embriogenesis repetitif hanya terjadi pada perlakuan TDZ 5 hari sebesar
0.4%. Perlakuan inkubasi TDZ 1 hari adalah perlakuan terbaik untuk organogenesis
tunas yaitu sebesar 33.2% dibandingkan perlakuan lama inkubasi 0, 2, 3, 4 dan 5
hari.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANGGI PUSPITA SARI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | jeruk Japanche citroen; thidiazuron; embriogenesis somatik; embriogenesis repetitif; organogenesis |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:13 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36076 |
