TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41459-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (174kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41459-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41459-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (352kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41459-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (270kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41459-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (277kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41459-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (177kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41459-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (256kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41459-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (171kB)
Abstract
Pemasaran produk kue tradisional di Pasar Desa Blimbing dominan menggunakanrnsistem titip jual (konsinyasi) antara produsen industri rumah tangga dan pedagangrnpasar. Namun, mekanisme ini kerap mengesampingkan pemenuhan standarrnkeamanan pangan dan hak-hak dasar konsumen, seperti beredarnya kue tanparnlabel kedaluwarsa, tidak mencantumkan identitas produsen, serta risikornkontaminasi akibat pengemasan yang kurang memadai. Kondisi asimetrirninformasi ini menimbulkan potensi kerugian materiil maupun kesehatan bagirnkonsumen. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untukrnmengkaji status produk kue kemasan dalam pengecualian standar keamananrnpangan serta bentuk perlindungan hukum bagi konsumen yang dirugikan.rnPenelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatanrnfaktual (fact approach). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapanganrndi Pasar Desa Blimbing, wawancara langsung dengan pelaku usaha, pedagang,rnkonsumen, pengelola pasar, serta dinas terkait, yang kemudian ditunjang olehrnstudi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Analisis datarndiolah secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fakta sosiologis danrnyuridis terkait penerapan standar keamanan pangan. Hasil penelitian menunjukkanrnbahwa tidak semua produk kue kemasan dikecualikan dari izin edar; pengecualianrnhanya berlaku bagi kue basah dengan masa simpan kurang dari tujuh hari.rnSementara kue kering dan semi-basah yang dipasarkan melalui sistem konsinyasirntetap wajib memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT) serta mencantumkan label pangan lengkap. Perlindungan konsumen belumrnberjalan optimal akibat lemahnya pengawasan dan rendahnya kesadaran hukum.rnBerdasarkan asas pertanggungjawaban hukum, baik produsen utama maupunrnpedagang penerima titipan wajib bertanggung jawab memberikan ganti rugi atasrnproduk rusak yang merugikan konsumen.rnKata Kunci: Perlindungan Konsumen, Keamanan Pangan, Titip Jualrn(Konsinyasi), Pasar Desa.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM GALIH SEKAR KINASIH |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Perlindungan Konsumen Keamanan Pangan Titip Jual (Konsinyasi) Pasar Desa |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 04:10 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:28 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/36068 |
