TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41427-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (129kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41427-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (579kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41427-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (116kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41427-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (238kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41427-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (158kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41427-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (167kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41427-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (150kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41427-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (77kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41427-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (131kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41427-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (646kB)
Abstract
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama dalam sektor pertanian yang dapat memengaruhi produktivitas dan keberlanjutan usahatani padi. Salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah Climate Smart Agriculture (CSA), yang bertujuan meningkatkan produktivitas, memperkuat adaptasi terhadap perubahan iklim, dan mendukung mitigasi emisi gas rumah kaca. Salah satu praktik CSA yang dapat diterapkan oleh petani adalah penggunaan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi penerapan penggunaan pupuk organik sebagai salah satu praktik Climate Smart Agriculture (CSA) serta mengidentifikasi alasan yang melatarbelakangi petani padi dalam menerapkan praktik tersebut di Desa Penanggungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Responden penelitian berjumlah 78 petani padi yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 78 responden, sebanyak 34 petani (43,59%) telah menggunakan pupuk organik sebagai salah satu praktik Climate Smart Agriculture (CSA), sedangkan 44 petani (56,41%) belum menerapkannya. Alasan utama petani menggunakan pupuk organik didominasi oleh pertimbangan ekonomi, yaitu mengurangi biaya penggunaan input, meningkatkan produksi, dan meningkatkan pendapatan. Selain itu, petani juga mempertimbangkan aspek sosial, kesehatan, lingkungan, pasar, dan kelembagaan dalam menerapkan penggunaan pupuk organik. Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi merupakan motivasi utama petani dalam menggunakan pupuk organik sebagai salah satu praktik Climate Smart Agriculture (CSA), meskipun keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan lainnya
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ROHMAH SHOLIHAH PURWANTI |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | Climate Smart Agriculture; pupuk organik; alasan penggunaan pupuk organik |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 03:40 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35972 |
