TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13782-140311100070_abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (91kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13782-140311100070_cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13782-140311100070_chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (122kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13782-140311100070_chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (226kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13782-140311100070_chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (337kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13782-140311100070_chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (83kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13782-140311100070_references.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (200kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13782-140311100070_appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13782-140311100070_chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (475kB)
Abstract
Kacang hijau adalah salah satu jenis tanaman pangan yang memiliki peranan penting sebagai sumber nutrisi, yaitu sebagai sumber karbohidrat, protein dan mineral, serta memiliki prospek pemasaran lebih baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani. Kemampuan tanaman untuk tumbuh normal pada kondisi tercekam kekeringan disebut sebagai daya adaptasi. Salah satu teknologi budidaya yang dapat diterapakan untuk mengatasi kondisi tersebut dapat dilakukan dengan pengaturan membuka menutupnya stomata tanaman dengan penyemprotan osmolit pada daun tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau akibat pemberian osmolit sorbitol pada intensitas cekaman kekeringan yang berbeda. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan tanaman kacang hijau yang dibudidayakan pada kondisi yang kekurangan air. Penelitian dilakukan di dalam rumah plastik dengan menggunakan RAL faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu konsentrasi sorbitol dengan 4 taraf (0,10,20, dan 30 ml/l) dan intensitas cekaman kekeringan dengan 4 taraf (tidak tercekam,tercekam kekeringan mulai stadia vegetatif, pembungaan, dan pengisian polong sampai panen). Hasil penelitian menunjukkan pemberian osmolit sorbitol 10, 20, dan 30 ml/l belum mampu meningkatkan produksi kacang hijau pada kondisi tercekam kekeringan seperti tanaman yang dibudidayakan pada kondisi normal (tidak tercekam kekeringan), namun untuk mendapatkan hasil aplikasi osmolit sorbitol yang efesien yaitu dengan menggukanan konsentrasi 30 ml/l yang dilakukan pada tanaman yang mendapat cekaman kekeringan paling lama, yaitu mulai stadia vegetatif.
Kata Kunci : Kacang Hijau, Cekaman Kekeringan,Osmolit, dan Sorbitol
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SULISTRI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | kacang hijau; cekaman kekeringan; osmolit; sorbitol |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 03:33 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35949 |
