TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (174kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (130kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (193kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (211kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (393kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (87kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (137kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41413-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Ulat grayak (Spodoptera frugiperda) merupakan hama invasif yang menjadi ancaman serius bagi produksi jagung di Indonesia. Pengendalian hama secara ramah lingkungan dapat dilakukan melalui pemanfaatan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun bintaro (Cerbera odollam), daun mimba (Azadirachta indica), dan campuran keduanya dalam mengendalikan larva Spodoptera frugiperda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi dan Lingkungan Tanaman, Universitas Trunojoyo Madura, pada bulan Desember 2025 hingga Februari 2026. Metode yang digunakan adalah metode celup pakan menggunakan pakcoy sebagai media pakan larva instar II, pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20% untuk masing-masing perlakuan serta campurannya, dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi mortalitas larva, kesintasan, lethal concentration (LC₅₀ dan LC₉₀), lethal time (LT₅₀rndan LT₉₀), serta penghambatan makan. Hasil uji fitokimia membuktikan bahwa kedua ekstrak mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak campuran daun bintaro dan mimba konsentrasi 20% menghasilkan mortalitas tertinggi sebesar 100%, diikuti ekstrak daun mimba 93% dan daun bintaro 80%. NilaiLC₅₀ ekstrak campuran (2,349%) lebih rendah dibandingkan ekstrak mimba (6,524%) dan bintaro (8,992%), yang menunjukkan toksisitas campuran lebih tinggi. NilaiLT₅₀ ekstrak campuran lebih singkat (5 hari) dibandingkan ekstrak tunggal (6 hari). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak campuran daun bintaro dan mimba lebih efektif daripada ekstrak tunggalrndalam mengendalikan Spodoptera frugiperda.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DIKI MEGA NANDA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Azadirachta indica, Cerbera odollam, insektisida nabati, LC₅₀, mortalitas, Spodoptera frugiperda |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 03:28 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35933 |
