TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13755-140321100076_Abstract.pdf
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13755-140321100076_cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (745kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13755-140321100076_Chapter1.pdf
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13755-140321100076_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13755-140321100076_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13755-140321100076_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13755-140321100076_Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13755-140321100076_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13755-140321100076_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-13755-140321100076_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Produksi jagung terus mengalami peningkatan, Lamongan merupakan salah satu daerah penghasil jagung, karena menjadi salah satu lumbung pangan Jawa Timur. Menurut data BPS Jatim (2017), pada tahun 2016 produksi jagung mengalami peningkatan menjadi 378,9 ribu ton dari tahun sebelumnya yakni sebesar 290 ribu ton. Upaya peningkatan produksi jagung yang dilakukan oleh pemerintah yakni dengan membentuk model daerah yang dikembangkan oleh Kementandan menerapkan sistem pertanian terintegrasi. Sistem Integrasi Jagung-Sapi yang dikembangkan di Taman Teknologi Pertanian Solokuro, Kabupaten Lamongan sudah berjalan dari tahun 2015, untuk mengetahui persepsi terhadap pelaksanaan, manfaat, serta tingkat adopsi petanimaka dilakukan penelitian karena dapat mempengaruhi keberlanjutan program. Penelitian ini diukur menggunakan skala likert dan korelasi rank spearman. Penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap pelaksanaan memiliki indeks sebesar 78,11% yang termasuk kategori baik, begitupun dengan persepsi petani terhadap manfaat memiliki indeks sebesar 74,63% termasuk kategori baik. Tingkat adopsi petani dengan indeks sebesar 88,5% dan termasuk kategori tinggi. Berdasarkan analisis korelasi yang dilakukan, karakteriktik dengan persepsi terhadap pelaksanaan dan tingkat adopsi tidak memiliki hubungan yang signifikan, namun memiliki hubungan yang lemah dengan persepsi terhadap manfaatsistem integrasi, begitupun persepsi dengan tingkat adopsi juga memiliki hubungan yang sangat lemah. Untuk itu diharapkan agar pengelola TTP untuk menambah intensitas penyuluhan dan pelatihan agar adopsi dapat meningkat dan petani mampu memberikan informasi kepada petani lain sehingga sistem mampu disebar luaskan, serta bagi peneliti lain untuk menambah variabel penelian, khususnya mengenai variabel yang berhubungan dengan persepsi dan tingkat adopsi di TTP Solokuro, Kabupaten Lamongan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NUNIK MUHAYANI |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | Persepsi; Tingkat Adopsi; Sistem Integrasi |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 03:08 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35859 |
