TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41372-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (217kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41372-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (719kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41372-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (189kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41372-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (302kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41372-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (487kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41372-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41372-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (163kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41372-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41372-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (610kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial kesesuaian lahan komoditas perkebunan utama di Kabupaten Bangkalan serta mengidentifikasi faktor pembatas dan upaya perbaikan yang memengaruhi kesesuaian lahan tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode matching antara karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh empat komoditas perkebunan, kelapa, jambu mete, tebu, dan tembakau berdasarkan kriteria Ritung et al. (2011). Analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui proses overlay berbagai parameter yang meliputi iklim, sifat fisik dan kimia tanah, topografi, serta bahaya lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan di Kabupaten Bangkalan didominasi oleh kelas (S3) dan (N). Komoditas kelapa memiliki luas kelas S3 sebesar 47.673,66 ha (83,15%) dan kelas tidak sesuai (N) sebesar 9.655,14 ha (16,85%). Komoditas jambu mete didominasi kelas S3 seluas 42.724,91 ha (82,83%) dan kelas N seluas 8.842,85 ha (17,17%). Pada komoditas tebu, kelas S3 mencapai 40.179,55 ha (85,25%) dan kelas N sebesar 6.947,64 ha (14,75%). Sementara itu, komoditas tembakau memiliki kelas S3 seluas 46.060,36 ha (69,20%) dan kelas N sebesar 20.497,17 ha (30,80%). Faktor pembatas utama yang memengaruhi kesesuaian lahan meliputi ketersediaan air (water availability/wa), retensi hara (nutrient retention/nr), ketersediaan hara (nutrient availability/na), bahaya erosi (erosion hazard/eh), dan bahaya banjir atau genangan (flood hazard/fh). Upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kelas kesesuaian lahan antara lain melalui pemupukan berimbang, penambahan bahan organik, pengapuran, pengelolaan drainase dan tata air, serta penerapan teknik konservasi tanah dan air. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengembangan komoditas perkebunan serta mendukung pengambilan keputusan penggunaan lahan yang lebih optimal, adaptif, dan berkelanjutan di Kabupaten Bangkalan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SRI UTAMI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Evaluasi Kesesuaian lahan, Komoditas Perkebunan, Bangkalan |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 02:57 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35825 |
