TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41324-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41324-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (626kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41324-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (81kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41324-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (58kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41324-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (156kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41324-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (836kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41324-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41324-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (127kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41324-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (519kB)
Abstract
Industri tahu menghasilkan limbah padat dan limbah cair dalam jumlah yang cukup besar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis neraca massa dan neraca energi pada proses produksi tahu di UD Sumber Makmur serta mengidentifikasi alternatif pemanfaatan limbah yang memiliki nilai ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta perhitungan neraca massa, neraca energi, dan analisis finansial terhadap alternatif pemanfaatan limbah tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu kali proses produksi digunakan 14 kg kedelai dan menghasilkan 20 kg tahu. Dari proses tersebut dihasilkan limbah padat berupa ampas tahu sebanyak 10 kg serta limbah cair sebanyak 43 liter yang berasal dari proses perendaman, pencucian, penggumpalan, dan pencetakan tahu. Analisis neraca energi menunjukkan kebutuhan energi total sebesar 11.035,2 kJ pada proses produksi tahu. Limbah padat kemudian dimanfaatkan menjadi tempe gembus dan pakan ternak, sedangkan limbah cair dimanfaatkan menjadi cairan probiotik dan nata de soya. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa seluruh alternatif pemanfaatan limbah memberikan keuntungan ekonomi. Cairan probiotik memberikan keuntungan tertinggi sebesar Rp 44.900 per produksi atau Rp 449.000 per bulan, diikuti tempe gembus sebesar Rp 28.660 per produksi atau Rp 286.600 per bulan, nata de soya sebesar Rp 18.245 per produksi atau Rp 182.450 per bulan, dan pakan ternak sebesar Rp12.000 per produksi atau Rp120.000 per bulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan konsep produksi bersih melalui pemanfaatan limbah tahu mampu mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi industri tahu. Alternatif pemanfaatan limbah yang paling potensial berdasarkan keuntungan yang diperoleh adalah cairan probiotik.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SRI WAHYUNI HASAN |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Produksi Bersih, Neraca Massa, Neraca Energi, Limbah Tahu, Analisis Finansial |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 02:16 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35689 |
