TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41313-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (163kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41313-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (586kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41313-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (201kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41313-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (792kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41313-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (487kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41313-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41313-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (190kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41313-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (176kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-41313-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (627kB)
Abstract
Penelitian ini dibangun berdasarkan permasalahan yang ada di dalam penelitian sebelumnya. Masalah tersebut diangkat dari skripsi mahasiswa Teknik Mesin bernama Fathur kurniawan (2025) dalam kasus pengukurannya menggunakan alat Anemometer UT 363 yang memiliki ukuran penampang 160 mm x 50 mm digunakan untuk mengukur kecepatan aliran udara di dalam wind tunnel di Lab Program Studi Teknik Mesin Universitas Trunodjoyo yang memiliki penampang 350mm x 350mm. Dimensi tersebut menunjukan bahwa rasio luas penampang alat ukur terhadap rasio luas penampang wind tunnel sebesar 6,5%, Perbandingan ukuran tersebut, berdasarkan standard rasio blockage melebihi dari batas 5 dari perbandingan luas penampang. Semakin besar ukuran anemometer dibandingkan luas penampang terowongan, maka semakin besar pula efek Blockage, sehingga semakin besar kesalahan dalam pengukuran. Dalam proses perancangannya penelitian ini dibangun dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) yang dalam tahapannya menentukan kebutuhan alat yang dibangun, menentukan karateristik setiap part, menentukan komponen yang dibangun dan menentukan pengendalian prosesnya. Penelitan yang dilakukan dalam penelitian ini memiliki lima hipotesis yang diguanakan untuk menguji alat ukur yang dibangun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan hasil bahwa pengukuran pitot tube yang dibandingkan dengan anemometer hampir tidak ada perbedaan antara pengukuran pitot tube terhadap anemometer, yang artinya alat ukur pitot tube valid digunakan di dalam wind tunnel. Rentang pengukuran kesalahan masih di rentang 0.25 m/s hingga 0.75 m/s. Sedangkan di hasil pengukuran posisi di anemometer hasil pembacaan datanya hampir mendakati sama dengan hasil pengukuran pitot tube dengan anemometer di kecepatan 6 m/s. Selain vitu dugaan di awal penelitian ini rasio penampang alat ukur anemometer terhadap penampang test section wind tunnel sebesar 6,5% dengan standard rasio blockage 5 yang dianggap memiliki gangguan aliran udara di dalam test section. Namun, berdasarkan standard erorr yang dimiliki alat ukur anemometer sendiri sebesar ±5 dari kesalahan yang dibacanya, hasil pengujian di dalam wind tunnel menunjukkan hasil yang sama dengan hasil pengukuran atau tidak ada perbedaan, sehingga alat ukur anemometer masih dapat digunakan di dalam wind tunnel. Selain itu pada pengujian yang dilakukan di penelitian ini variasi kecepatan yang digunakan di dalam wind tunnel 6 m/s hal ini jika dikali dengan faktor error sebesar 3 masih dibahwah 5% sesuai dengan spesifikasi alat ukur.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUHAMMAD FAJRI FADHIL AMIN |
| Department | Teknik Mesin |
| Uncontrolled Keywords | Rancang Bangun; Pitot Tube; Instrumentasi; Wind Tunnel; HVAC |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Mesin |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 02:06 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35656 |
