PENGUKURAN KADAR DETERGENT DAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA AIR LIMBAH USAHA PENCUCIAN KENDARAAN BERMOTOR DI DAERAH KABUPATEN JOMBANG

EVIANY NUR YULIANTI (2021) PENGUKURAN KADAR DETERGENT DAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA AIR LIMBAH USAHA PENCUCIAN KENDARAAN BERMOTOR DI DAERAH KABUPATEN JOMBANG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-22382-180351100077-LAPORAN PKL EVIANY.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-22382-180351100077-LAPORAN PKL EVIANY.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (760kB)

Abstract

Air merupakan bahan alam yang diperlukan untuk kehidupan manusia,
hewan dan tanaman yaitu sebagai media pengangkutan zat-zat makanan, juga
merupakan sumber energi serta berbagai keperluan lainnya (Arsyad, 1989).
Kualitas air merupakan karakteristik mutu yang diperlukan untuk pemanfaatan
tertentu dari berbagai sumber air. Kriteria mutu air adalah suatu dasar baku
mengenai syarat kualitas air yang dapat dimanfaatkan. Kualitas air dapat menjadi
tolak ukur kebutuhan air pada biota perairan. Ada beberapa masalah utama yang
dihadapi masyarakat berkaitan dengan sumber daya air yaitu kuantitas air yang
sudah tidak memenuhi syarat untuk kebutuhan kehidupan yang terus meningkat
dan kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin menurun dari tahun ke
tahun serta berdampak buruk untuk tahun berikutnya. Kegiatan industri, domestik,
dan kegiatan lain berdampak negatif terhadap sumber daya air, termasuk
penurunan kualitas air. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan, kerusakan, dan
bahaya bagi mahluk hidup yang bergantung pada sumber daya air (Effendi, 2003).
Penurunan kualitas air tidak hanya diakibatkan oleh limbah industri, tetapi
juga diakibatkan oleh limbah rumah tangga baik limbah cair maupun limbah padat
(Lallanilla, 2013). Air limbah dari industri sebagian besar dibuang langsung ke
saluran pembuangan tanpa pengelolaan terlebih dahulu, saluran pembuangan yang
dimaksud yaitu sungai maupun badan air penerima lainnya yang berada dekat di
sekitar industri. Hal ini menyebabkan limbah cair seringkali menjadi masalah bagi
lingkungan sekitarnya karena minimnya pengetahuan para karyawan akan
pentingnya kebersihan lingkungan yang akan berdampak buruk bagi masyarakat.
Para karyawan industri berpikir bahwa mengolah limbah cair merupakan beban
yang memberatkan. Melimpahnya limbah cair sebagai konsekuensi perkembangan
industri yang meningkat, jika tidak ditangani secara tepat maka dikhawatirkan
akan menyebabkan terganggunya kualitas lingkungan perairan di sekitar industri
(Rossiana, 2006). Limbah cair industri yang dibuang ke sungai maupun ke badan
air penerima dapat menimbulkan pencemaran yang parah karena mengandung
polutan organik yang cukup tinggi.
Detergent merupakan bahan yang mempunyai sifat membersihkan
sehingga dapat menghilangkan kotoran. Kemampuan detergent untuk
menghilangkan berbagai kotoran yang menempel pada kain atau objek lain sudah
tidak diragukan lagi. Menurut Ryadi (1984), detergent yang beredar di pasaran
dapat dibedakan menjadi 3 tipe utama, yaitu anionik detergent, kationik detergent,
dan non-ionik detergent. Air limbah yang dihasilkan oleh usaha pencucian mobil
ini apabila langsung dibuang ke badan air atau saluran air akan menyebabkan
pencemaran pada badan air yang dikarenakan oleh kandungan detergent atau
surfaktan ionik dan minyak yang terkandung dalam air limbah pencucian mobil
tersebut. Kandungan detergent atau surfaktan ionik dan minyak yang tinggi pada
badan air akan menyebabkan penurunan kualitas badan air dan menimbulkan bau
yang tak sedap, hal ini disebabkan oleh sifat detergent dan minyak yang sulit
terurai sehingga menyebabkan penurunan self purification badan air tersebut
(Panpanit, 2000).
Kadar bahan organik yang terkandung dalam limbah cair dapat diukur dari
nilai Chemical Oxygen Demand (COD). Chemical Oxygen Demand COD
merupakan indikator pencemaran di badan air. Nilai COD akan mengalami
peningkatan, jika terjadi peningkatan bahan organik di perairan. Analisa nilai
COD menunjukkan keberadaan zat-zat organik yang secara ilmiah dapat
dioksidasi melalui proses mikrobiologis sehingga mengakibatkan berkurangnya
oksigen terlarut di perairan. Banyaknya zat organik yang tidak mengalami
penguraian dalam air dapat ditentukan dengan nilai COD sendiri. Semakin rendah
nilai COD dalam perairan menunjukkan bahwa kandungan bahan organik dalam
air tersebut semakin sedikit, dan hal ini juga menunjukkan bahwa tingkat
pencemaran yang terjadi diperairan rendah (Istirokhatun et al, 2017).
UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup terletak di Jalan
Presiden KH. Abdurrachman Wachid No. 132, Kabupaten Jombang Provinsi Jawa
Timur. Laboratorium ini digunakan untuk menganalisis kualitas air dengan
berbagai sampel seperti air limbah, air bersih dan air permukaan. Pengujian yang
dilakukan oleh UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup mulai
dari pengukuran pH, suhu, Dissolved Oxygen , Chemical Oxygen Demand (COD),
Biological Oxygen Demand (BOD), Total Dissolved Solids (TDS), Daya Hantar Listrik (DHL), total coli, fecal coli, nitrat, detergent, fosfat dan masih banyak lagi
pengujian yang ada di Laboratorium tersebut. Laboratorium ini menerima
permintaan berbagai industri untuk melakukan pengujian air limbah dari
industrinya yang kemudian hasilnya akan dikirim kembali ke industri tersebut.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
EVIANY NUR YULIANTI
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords DETERGENT; CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD); AIR LIMBAH; PENCUCIAN MOTOR
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 01:24
Last Modified 24 Oct 2026 17:27
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35520

Actions (login required)

View Item
View Item