TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23194-ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (169kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23194-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (580kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23194-BAB 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (355kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23194-BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (100kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23194-BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (88kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23194-BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23194-BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23194-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (166kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-23194-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
ABSTRAK
Andrian Birril Musthofa. 180521100002. Negosiasi Masyarakat Petani Garam Dengan Pemerintah Dalam Pelaksanaan Upacara Nyadăr Masa Pandemi COVID-19 Di Kabupaten Sumenep. Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura
Nyadăr merupakan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat petani garam di Kabupaten Sumenep. Nyadăr sebuah tradisi turun temurun yang ada di Sumenep tepatnya di desa Pinggir Papas Kecamatan Kalianget. Tradisi yang sangat melekat dalam diri masyarakat Pinggir Papas dan merupakan bagian yang penting dalam dirinya menjadikan tradisi Nyadăr tetap dilestarikan sampai sekarang. Bagi masyarakat Pinggir Papas tradisi ini wajib dilaksanakan karena jika tidak dilaksanakan mereka meyakini akan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Di masa pandemi COVID-19 ini, segala kebijakan dan aturan seperti memakai masker, mencuci tangan, tidak berkurumunan, menjaga jarak bahkan PPKM dikeluarkan oleh pemerintah untuk diterapkan di masyarakat supaya bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upacara Nyadăr masyarakat petani garam Pinggir Papas masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Sumenep. Dari hasil penelitian ini terdapat bahwa masyarakat tetap memaksa untuk melaksanakan upacara Nyadăr. Keyakinan yang sangat tinggi terhadap tradisi Nyadăr membuat masyarakat petani garam Pinggir Papas terus mendesak pemerintah desa Pinggir Papas. Bagi masyarakat Pinggir Papas Nyadăr wajib dilakukan karena jika tidak dilakukan mereka meyakini akan ada suatu hal yang tidak diinginkan terjadi pada diri mereka sendiri maupun seluruh masyarakat Sumenep. Pada akhirnya Pemerintah desa dan Kapolsek Sumenep akhirnya turun tangan dan membolehkan upacara Nyadăr tetap terlaksana tetapi dengan protokol kesehatan dan keamanan yang ketat seperti memakai masker, pengecekan suhu dan lainnya sesuai dengan aturan pada masa pandemi COVID-19. Pada Nyadăr pertama yang boleh masuk dan melaksanakan hanyalah para bengaseppuhnya sedangkan para masyarakat tidak dibolehkan masuk. Pada Nyadăr kedua masyarakat dibolehkan masuk tapi dengan aturan kesehatan dan keamanan yang ketat. Pada Nyadăr ketiga yang di laksanakan di Pinggir Papas sama sekali tidak ada aturan kesehatan dan keamanan.
Kata kunci : Nyadăr, Petani Garam, COVID-19, Pandemi, Sumenep
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANDRIAN BIRRIL MUSTHOFA |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Nyadăr;Petani Garam;COVID-19;Pandemi;Sumenep |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:08 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:46 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/3550 |
