TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22357-Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (92kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22357-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (365kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22357-Bab I (2).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (148kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22357-Bab II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (189kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22357-Bab III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (381kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22357-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (866kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22357-Bab V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (30kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22357-Dapus.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (144kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22357-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pengelasan putar gesek (FSW) adalah sebuah penyambungan solid-state yang pertama kali ditemukan oleh The Welding Institute (TWI) pada tahun 1991 di Inggris dan merupakan penyambungan inovasi baru. Hasil pengelasan FSW memiliki keunggulan yaitu permukaan yang lebih halus dan rata jika dibandingkan dengan hasil pengelasan busur. Pengelasan putar gesek meliputi beberapa tahapan yaitu pengelasan material dan analisis makrostruktur. pada pengelasan material menggunakan material tembaga dan aluminium campuran 1100 dengan ukuran 60 mm . 50 mm . 0,5 mm dan analisis makrostruktur menggunakan microskop digital. percobaan yang dilakukan dengan menggunakan lap joint dengan dimensi 100 mm . 50 mm . 0,5 mm dengan variasi parameter pembebanan 30 kgf, 40 kgf, 50 kgf dan variasi diameter shoulder 4 mm, 6 mm, 8 mm. pada percobaan semakin besar diameter shoulder maka semakin besar pembebanan yang dibutuhkan untuk menyambung kedua material tetapi jika pembebanan terlalu besar dapat menyebabkan cacat pada hasil pengelasan. Hasil pengelasan pada parameter tekanan pengelasan 40 kgf dengan diameter shoulder 8 mm menunjukkan bahwa pengelasan dengan parameter tersebut mampu untuk melakukan pengelasan karena pada daerah hasil pengelasannya tersambung secara merata dan tidak terdapat lubang (hook) pada hasil pengelasannya. Hasil pengelasan pada parameter tekanan pengelasan 50kgf dengan diameter shoulder 8mm menunjukkan bahwa hasil penyambungan tembaga dengan aluminium teraduk secara merata namun merusak permukaan dari tembaga. Hasil makrostruktur menunjukkan bahwa tekanan pengelasan berpengaruh terhadap diameter shoulder, jika tekanan pengelasan terlalu besar dan diameter shoulder terlalu kecil maka akan merusak material tembaga dan aluminium karena hanya memiliki tebal 0.5 mm, begitu juga sebaliknya jika tekanan pengelasan terlalu kecil dan diameter shoulder terlalu besar maka kedua material tidak dapat tersambung. Pada penelitian ini memperoleh hasil terbaik dengan diameter shoulder 4 mm dan tekanan 40 kgf karena pada hasil pengelasannya tidak ada cacat (defect) dan lubang (hook).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AHMADI |
| Department | Teknik Mesin |
| Uncontrolled Keywords | FSW, tembaga, aluminium campuran 1100, dan analisis makrostruktur ; FSW, copper, aluminum alloy 1100, and macrostructural analysis |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Mesin |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 01:05 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:27 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/35450 |
